JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara mulai melaksanakan kegiatan pengerukan dan normalisasi kali cakung lama sekaligus penertiban bangunan di bantaran kali sepanjang 3,1 kilometer. Kegiatan ini membentang dari Jembatan Semper hingga kawasan Bulak Cabe, melintasi wilayah Kecamatan Cilincing, tepatnya di Semper Barat seberang Tugu Utara.
Normalisasi kali cakung lama ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan fungsi kembali aliran air yang selama ini mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat sedimentasi serta keberadaan bangunan liar di bantaran kali. Proyek tersebut berada di bawah pengawas Salahudin, selaku staf pengawasan Kecamatan Cilincing, bekerja sama dengan Sudin SDA Jakarta Utara.
Salahudin menjelaskan bahwa kondisi kali cakung lama saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ia menyebutkan, lebar kali yang sebelumnya mencapai sekitar 20 meter, kini menyusut drastis hingga hanya tersisa sekitar 2 meter di beberapa titik.
“Awalnya lebar kali ini sekitar 20 meter, namun saat ini akibat pendangkalan dan bangunan di bantaran kali,sekarang lebarnya menyempit hingga kurang lebih 2 meter saja,” Tutur Salahudin saat ditemui di lokasi kegiatan.Rabu (4/2/2026 ).
Ia menambahkan, penyempitan tersebut menyebabkan aliran air tidak optimal, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan bahkan banjir di lingkungan permukiman sekitar, khususnya di wilayah Semper Barat dan sekitarnya.
Dalam rencana normalisasi, pengerukan kali akan dilakukan hingga mencapai kedalaman sekitar 3 meter.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas menampung air dan memperlancar aliran, sehingga risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.
Selain pengerukan, kegiatan ini juga mencakup penertiban bangunan yang berdiri di bantaran kali. Bangunan-bangunan tersebut dinilai melanggar aturan dan menjadi salah satu penyebab utama penyempitan kali. Penertiban dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan koordinasi lintas instansi terkait.
Sudin SDA Jakarta Utara menegaskan bahwa normalisasi kali merupakan bagian dari program jangka panjang pengendalian banjir di wilayah Jakarta Utara, khususnya di Kecamatan Cilincing yang kerap terdampak genangan air saat musim hujan.
“Normalisasi ini bukan hanya soal pengerukan, tetapi juga penataan kawasan bantaran kali agar fungsi sungai dapat kembali optimal dan lingkungan menjadi lebih tertata,” Ujar Solehudin di dampingi Rijal dan pasukan birunya dari Sudin SDA di lokasi pengerukan.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kegiatan ini dengan tidak mendirikan bangunan di bantaran kali serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai.
Dengan dilaksanakannya normalisasi kali cakung lama dari Jembatan Semper hingga Bulak Cabe sepanjang 3,1 kilometer ini, diharapkan kawasan Cilincing, khususnya Semper Barat dan sekitarnya, dapat terbebas dari ancaman banjir serta memiliki lingkungan yang lebih aman, tertata, dan berkelanjutan.
Edison salah seorang warga simpang lima semper RT07/ RW 13 merasa senang,karena kali pertama Sungai cakung lama ini baru di keruk,biasanya hanya di ambil sampahnya aja,tidak kaya yang di sebelah jembatan yang masuk wilayah Tugu selatan.kalau di daerah sana sering di keruk lumpurnya diambil,jadi bersih dan dalam air dapet mengalir,tidak seperti wilayah semper barat tanah dan lumpurnya sudah numpuk sehingga aliran air tdk jalan.sehinga tdk menimbulkan banjir.Tuturnya ( Tjip )


Komentar Klik di Sini