KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Lapas Klaten melakukan razia besar-besaran di 13 kamar hunian warga binaan; hasilnya tidak ditemukan HP atau alat komunikasi terlarang, tes urin juga menunjukkan semua negatif. Ini bukti komitmen Lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.Minggu ( 10/5/2026)
Ketat dan tanpa kompromi! Lapas Kelas IIB Klaten kembali membuktikan keseriusannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Pada 8 Mei 2026, pihak Lapas menggelar operasi penggeledahan besar-besaran sekaligus tes urin menyeluruh di seluruh ruang hunian warga binaan. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah memburu barang terlarang, khususnya alat komunikasi ilegal dan narkotika yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Pengecekan dilakukan secara mendetail di 13 kamar yang tersebar di 4 blok hunian, yakni: Blok A (4 kamar), Blok B (4 kamar), Blok C (4 kamar), serta 1 kamar khusus untuk penghuni wanita. Setiap sudut ruangan, perabotan yang ada, hingga barang-barang pribadi warga binaan diperiksa secara teliti oleh tim petugas untuk memastikan tidak ada celah penyelundupan barang terlarang.
Hasil yang diperoleh sangat memuaskan dan menjadi bukti efektivitas sistem pengawasan yang telah diterapkan. Selama proses penggeledahan berlangsung, tidak ditemukan satu pun unit HP atau alat komunikasi lain yang termasuk kategori barang terlarang. Begitu juga dengan hasil tes urin yang dilakukan secara acak maupun menyeluruh terhadap warga binaan: semua hasil menunjukkan reaksi negatif, nol persen terindikasi menggunakan zat adiktif atau narkoba.

Kepala Lapas Kelas IIB Klaten, Andik Dwi Saputro, menyampaikan hasil tersebut secara langsung dan dengan nada tegas. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk membasmi keberadaan HP di dalam lingkungan pemasyarakatan adalah salah satu prioritas utama manajemen Lapas saat ini.
“Kami nyatakan benar-benar dalam perang terhadap masalah HP ilegal. Barang ini sangat dilarang karena memiliki potensi besar untuk disalahgunakan untuk kegiatan kejahatan. Kami tidak akan membiarkan ada celah sedikit pun yang bisa dimanfaatkan untuk membawa barang terlarang masuk ke dalam Lapas,” ujar Andik.

Untuk menjamin bahwa keamanan tetap terjaga secara berkelanjutan, pihak Lapas telah menetapkan jadwal razia rutin dengan frekuensi yang sangat padat. Andik menjamin bahwa setiap bulannya akan dilakukan minimal 3 hingga 4 kali operasi penggeledahan, yang dilaksanakan secara mendadak dan tidak terjadwal agar tidak bisa diduga oleh siapapun.
Lebih jauh, Andik juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kelancaran proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan adalah tanggung jawab bersama seluruh pihak. Ia pun secara khusus meminta dukungan dan kerja sama aktif dari para rekanan media massa serta seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat lainnya.
Menurut Andik, peran media massa sangat strategis untuk membantu mengedukasi masyarakat agar tidak terlibat dalam upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas. Sementara itu, stakeholder lain diharapkan turut serta mengawasi dan mendukung program pembinaan yang sedang berjalan. “Sinergitas ini sangat kami butuhkan. Kami tidak bisa bekerja sendiri sendirian. Dukungan dari semua pihak menjadi kunci agar Lapas Klaten benar-benar bersih dari barang terlarang dan menjadi tempat yang kondusif sebagai wadah pembinaan bagi warga binaan,” tegasnya.
Secara aturan yang berlaku, keberadaan HP ilegal dan narkoba di dalam Lingkungan Lapas merupakan pelanggaran berat yang sangat berisiko. HP bisa dimanfaatkan untuk mengatur kegiatan kejahatan dari dalam, mengancam saksi dalam proses peradilan, hingga mengganggu ketertiban umum di dalam lembaga. Sementara narkoba merusak tujuan utama dari proses pemasyarakatan, yaitu pembinaan dan pemulihan perilaku agar warga binaan bisa kembali berintegrasi dengan masyarakat. Penyelundupan barang terlarang ini pun diancam dengan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah tegas dan sikap terbuka dalam mengajak kerja sama ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena menjadi bukti nyata bahwa Lapas Klaten berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh buruk – baik bagi warga binaan maupun para petugas yang bertugas di sana.
Hingga berita ini diterbitkan, komitmen untuk melaksanakan razia rutin dan permintaan sinergi dengan berbagai pihak akan terus dijalankan tanpa henti, demi menjaga integritas lembaga pemasyarakatan di Kabupaten Klaten serta mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
Keberhasilan razia dan tes urin ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan komitmen bersama dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan aman. Semoga langkah ini terus berlanjut dan mendapat dukungan semua pihak, sehingga Lapas Klaten dapat menjadi contoh lembaga pemasyarakatan yang profesional dan kondusif.
( Desi )


Komentar Klik di Sini