KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Semangat gotong royong kembali menghidupkan Basecamp (BC) Ojol Pasar Baru Delanggu. Meski masih dalam suasana bulan puasa, para pengemudi transportasi ojek online (ojol) tetap memanfaatkan hari libur ini untuk membersihkan dan memperbaiki pangkalan yang selama ini menjadi tempat berkumpul, istirahat, dan menunggu order. Aksi ini bukan sekadar perbaikan fisik, ia juga menegaskan nilai tanggung jawab kolektif yang dipegang teguh oleh komunitas ojol setempat (15/03/2026).
Kegiatan dimulai sejak pagi dengan pembagian tugas yang rapi, ada yang membersihkan rerumputan dan ilalang serta menyapu area sekitar, ada yang menambal atap yang bocor, serta beberapa orang memperbaiki kursi – kursi dan meja. Peralatan sederhana seperti sapu, ember, palu, dan paku menjadi alat utama perjuangan mereka. Hujan yang kerap menembus atap pangkalan menjadi pemicu utama aksi ini, kenyamanan saat istirahat dan keselamatan barang bawaan menjadi prioritas yang tak bisa ditunda.

Kerja bakti ini juga dipicu oleh faktor lingkungan sekitar. Lokasi pangkalan berada di pinggir jalan utama dan bersebelahan dengan bangunan Kopdes Merah Putih, serta menjadi jalur warga menuju Lapangan Merdeka untuk menjalankan sholat Ied saat Lebaran nanti. Maka anggota pangkalan ingin memastikan tampilan pangkalan rapi dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.
Di tengah hiruk-pikuk kerja, suara koordinator lapangan, Marjoko, menjadi titik fokus. Ia menegaskan bahwa keberadaan pangkalan adalah bentuk fasilitas yang diberikan izin oleh pemerintah desa, sehingga kewajiban merawatnya adalah tanggung jawab bersama. “Pemdes Delanggu telah memberikan kita izin tempat buat berteduh dan istirahat sejenak di tengah aktivitas bekerja maka kita juga harus menjaga dan merawatnya,” tegas Marjoko dengan nada tegas namun penuh rasa tanggung jawab.
Pernyataan Marjoko bukan sekadar ungkapan formal, ia menjadi panggilan moral bagi seluruh anggota. Dengan menempatkan kata-kata itu di depan, Marjoko menegaskan dua hal penting, yakni pertama, pengakuan atas bantuan izin yang diterima dari Pemdes Delanggu, kedua, kewajiban kolektif untuk menjaga fasilitas publik agar tetap layak dan tidak menjadi beban bagi lingkungan sekitar. Ucapan itu mengingatkan bahwa fasilitas yang diberikan bukan milik individu, melainkan aset bersama yang harus dirawat demi kenyamanan dan citra komunitas.
Lebih dari sekadar perbaikan fisik, kerja bakti ini memperkuat ikatan sosial antar anggota. Di sela-sela pekerjaan, para pengemudi berbagi pengalaman, tips perawatan kendaraan, dan rencana pembagian tugas selama musim mudik. Suasana kekeluargaan itu menegaskan bahwa basecamp atau pangkalan adalah rumah kolektif, tempat di mana solidaritas diuji dan dipraktikkan.
Perbaikan yang dilakukan membawa dampak langsung, atap yang bocor ditambal, selokan dibersihkan sehingga genangan berkurang, dan penerangan diperbaiki untuk meningkatkan keamanan malam hari. Hasil kerja yang terlihat membuat anggota merasa bangga dan lebih termotivasi untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
Meski beberapa anggota juga ijin pamit karena Minggu ini ada kepentingan mendesak yang tak bisa ditinggalkan, namun itu tidak mengurangi esensi dari kebersamaan yang mereka bina, “Mungkin kalau tidak bisa ikut kali ini ke depan mereka juga bisa bergantian memimpin inisiatif gotong royong di kesempatan berikutnya.” terang Marjoko
Marjoko turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara komunitas ojol dan pemerintah desa. “Kita harus menjaga dan merawatnya agar tidak nampak kumuh sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ucapnya, menutup pernyataan dengan penekanan pada citra dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan kerja bakti di Basecamp Ojol Pasar Baru Delanggu menutup hari dengan rasa puas melihat hasil nyata. “Kalau sudah bersih begini meski sampai malam kita menunggu penumpang yang mudik juga nyaman dan tidak masalah, jadi silahkan kalau rekan-rekan bila mau ngalong menunggu penumpang yang mudik disini silahkan saja, asal dijaga kebersihannya, jangan buang sampah sembarangan, itu kami sudah sediakan tempat sampah juga.” tutur Marjoko.
Penekanan pada pernyataan Marjoko berhasil mengubah aksi fisik menjadi pesan moral, fasilitas bersama harus dijaga bersama. Ketika komunitas bersatu, perbaikan kecil mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan sekitar, dan semangat gotong royong tetap menjadi fondasi yang mengikat mereka.
Dalam lingkungan yang sehat dan bersih tumbuh pula jiwa yang kuat, semoga semangat gotong royong yang telah ditunjukkan oleh seluruh anggota Basecamp Ojol Bc Pasar Baru Delanggu ini terus berlanjut, membuat masyarakat sekitar merasa lebih nyaman, mempererat kebersamaan, dan membuka jalan bagi rezeki yang mengalir lancar, karena kebersihan adalah sebagian dari ibadah.
( Pitut Saputra )

