KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Ribuan warga dari berbagai penjuru memadati jalanan Kecamatan Jatinom untuk menyaksikan puncak Kirab Budaya Gunungan Apem Yaa Qowwiyu Lanang dan Wadon, Kamis sore (30/7/2026). Tradisi warisan luhur ini berjalan meriah dengan iringan doa dan semangat kebersamaan, bergerak mulai dari halaman depan Kantor Kecamatan menuju Masjid Gede.Sabtu (1/8/2026)
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISBUDPORAPAR) Klaten, unsur Forkopimcam, jajaran TNI dan Polri, serta berbagai undangan dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Jatinom Agus Sunyata menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya tradisi ini kembali. “Alhamdulillah kita masih dipertemukan kembali dalam momen Yaa Qowwiyu tahun 2026 ini. Semoga tahun depan kita semua masih dikaruniai kesehatan. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah kompak menyengkuyung dan menguri-uri budaya adi luhung ini,” ujarnya.
Mewakili Bupati Klaten Wajar Ismoyo yang berhalangan hadir, Kepala DISBUDPORAPAR Klaten Purwanto memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi pelaksanaan tradisi tersebut. Ia menegaskan bahwa Yaa Qowwiyu adalah warisan mulia dari Kyai Ageng Gribik yang harus dijaga kelestariannya bagi generasi mendatang.

“Ini merupakan event budaya terbesar di Kabupaten Klaten. Alhamdulillah dukungan masyarakat terus mengalir sehingga tradisi ini tetap lestari. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan berkah dari awal hingga akhir,” ungkap Purwanto.
Semarak kirab dimulai dengan penyerahan apem secara simbolis dari perwakilan warga kepada Camat Jatinom, yang diiringi doa bersama. Kemeriahan semakin terasa seiring bergeraknya rombongan kirab yang dihiasi penampilan drumband, atraksi pencak silat, aneka tarian tradisional, serta barisan peserta mengenakan busana adat yang gagah dan anggun.
Sesampainya di Masjid Gede Jatinom, dilaksanakan penyerahan dua gunungan Apem Yaa Qowwiyu Lanang dan Wadon dari Camat Jatinom kepada panitia Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribik (P3KG). Penyerahan ini menandai peralihan tanggung jawab persiapan menuju puncak acara sebaran apem. Rangkaian kemudian ditutup dengan ziarah bersama ke makam Kyai Ageng Gribik yang berlokasi tak jauh dari kompleks masjid.
Tradisi Apem Yaa Qowwiyu bukan sekadar seremonial, melainkan perekat utama kerukunan antarumat beragama dan keberagaman yang tumbuh di tengah masyarakat Jatinom. Semangat guyub rukun inilah yang menjadikan tradisi ini tetap lestari, tumbuh menjadi ikon wisata budaya andalan Klaten, dan setiap tahunnya mendatangkan ratusan ribu hingga jutaan pengunjung dari berbagai pelosok Nusantara.
( Pusoko )


Komentar Klik di Sini