BerandaPendidikanPantai Oesinas Didorong Jadi Destinasi Wisata Profesional, FEB Undana Hadirkan Inovasi Digital...

Pantai Oesinas Didorong Jadi Destinasi Wisata Profesional, FEB Undana Hadirkan Inovasi Digital dan Keuangan

KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sinergi Youthpreneur Digital dan Tata Kelola Wisata Berkelanjutan” yang digelar di Aula Kantor Desa Lifuleo, kawasan wisata Pantai Oesinas, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan ini menyasar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengurus BUMDes DAMAI, serta perangkat Desa Lifuleo. Program tersebut dirancang sebagai respons akademis terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi Pantai Oesinas, meskipun destinasi wisata tersebut memiliki potensi ekowisata bahari yang besar.

Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain rendahnya literasi digital, belum optimalnya standardisasi operasional, serta tata kelola keuangan yang masih dilakukan secara manual, konvensional, dan sederhana.

Ketua Tim PKM FEB Undana, Melianus E. Tkela, S.E., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pengelolaan wisata yang lebih profesional dan berkelanjutan.

“PKM ini merupakan wujud tanggung jawab akademik dan tanggung jawab sosial akademisi untuk menularkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Kami tidak hanya melatih, tetapi membangun ekosistem,” ujar Melianus di sela kegiatan.

Menurutnya, intervensi dilakukan pada dua sisi secara bersamaan. Dari sisi pemasaran, tim menargetkan terbentuknya 30 Youthpreneur Digital yang nantinya dapat menjadi agen pemasaran mandiri bagi destinasi wisata Pantai Oesinas.

Sementara dari sisi tata kelola, tim mendorong pembenahan sistem pelaporan keuangan agar setiap pendapatan yang diperoleh dari aktivitas wisata dapat dikelola secara transparan dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Tim PKM yang terdiri dari Muhamad Dian Aryono, S.SST., M.M. sebagai narasumber bidang Tata Kelola Wisata, Siprianus G. Tefa, S.E., M.Si., CRP, CRMP, serta didampingi tiga mahasiswa, yakni Bardan, Meylisa, dan Feby Padjo, memperkenalkan berbagai inovasi berbasis pendekatan Participatory Action Research (PAR).

Pada aspek pemasaran digital, peserta mendapatkan pembekalan mengenai produksi konten visual dan optimalisasi algoritma media sosial. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya jangkau promosi wisata sekaligus memangkas ketergantungan terhadap jalur pemasaran melalui perantara.

Pantai Oesinas Didorong Jadi Destinasi Wisata Profesional, FEB Undana Hadirkan Inovasi Digital dan Keuangan

Tim menargetkan adanya peningkatan inquiry reservasi digital sebesar 40 persen dalam enam bulan ke depan melalui penerapan strategi digital storytelling yang lebih kreatif dan mandiri.

Selain pemasaran, pembenahan tata kelola keuangan menjadi salah satu fokus strategis dalam kegiatan tersebut.

Tim PKM memperkenalkan hierarki pelaporan keuangan terintegrasi yang menghubungkan tiga level pengelolaan. Pada tingkat Pokdarwis, pencatatan diarahkan menggunakan SAK EMKM untuk aktivitas harian di lapangan. Selanjutnya, BUMDes menggunakan SAK ETAP dalam proses konsolidasi aset. Sementara Pemerintah Desa berperan dalam pengawasan dan pengalokasian anggaran melalui SISKEUDES.

Siprianus G. Tefa menegaskan, tata kelola keuangan yang baik merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan sebuah destinasi wisata.

“Pencatatan manual tanpa klasifikasi akun, potensi tercampurnya kas Pokdarwis dengan kas pribadi pengurus, serta absennya laporan periodik adalah ‘bom waktu’ bagi destinasi yang ramai dikunjungi. Tanpa data keuangan yang valid, kita tidak bisa merencanakan perbaikan fasilitas maupun mengakses dana eksternal,” tegasnya.

Dalam pelatihan berbasis studi kasus nyata, pemahaman peserta terhadap akuntansi dasar disebut mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 30 persen menjadi 85 persen.

Pantai Oesinas Didorong Jadi Destinasi Wisata Profesional, FEB Undana Hadirkan Inovasi Digital dan Keuangan

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Tim juga memperkenalkan digitalisasi pencatatan melalui aplikasi keuangan UMKM dan spreadsheet otomatis. Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi human error sekaligus memungkinkan pengelola melakukan pemantauan arus kas secara lebih cepat dan terukur.

Tidak berhenti pada pencatatan keuangan, peserta juga diperkenalkan dengan analisis Titik Impas atau Break Even Point (BEP) sebagai instrumen dalam menyusun perencanaan strategis pengelolaan usaha wisata.

Dari sisi lingkungan, tim PKM mendorong penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) fasilitas serta sistem pemilahan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang terhubung dengan Bank Sampah Desa.

Program tersebut menargetkan 80 persen kepatuhan terhadap SOP serta pengurangan hingga 60 persen volume sampah residu di kawasan wisata.

Kepala Desa Lifuleo, Swingli Say, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan FEB Undana dalam membantu meningkatkan tata kelola kawasan wisata Oesinas.

Pantai Oesinas Didorong Jadi Destinasi Wisata Profesional, FEB Undana Hadirkan Inovasi Digital dan Keuangan

Menurutnya, kehadiran akademisi melalui kegiatan PKM memberikan pengetahuan dan pendampingan yang dibutuhkan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata secara lebih profesional.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kampus Undana yang membantu tata kelola wisata Oesinas. Dengan pendampingan ini, kawasan wisata Oesinas dapat dikelola secara lebih profesional dan mendatangkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pokdarwis Desa Lifuleo, Samnat Petrus Mada. Ia menilai pendampingan yang diberikan Tim PKM FEB Undana sangat relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tuntutan digitalisasi sektor pariwisata.

“Pokdarwis sangat terbantu dengan kehadiran Tim PKM FEB Undana. Kami mendapat sharing ilmu yang sangat bermanfaat, khususnya dalam era digital yang menuntut penyesuaian kreativitas. Untuk aspek keuangan, sistem integrasi digital yang diajarkan sangat membantu kami meningkatkan transparansi,” tuturnya.

Untuk memastikan program tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai, Tim PKM FEB Undana menyiapkan tiga pilar keberlanjutan.

Pertama, institusionalisasi SOP ke dalam Peraturan Desa (Perdes) sehingga standar pengelolaan wisata memiliki landasan kelembagaan. Kedua, pembangunan Youth Digital Hub di balai desa yang diharapkan menjadi ruang inkubator bagi kreativitas dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Ketiga, mendorong kemandirian finansial melalui kebijakan earmarking sekitar 60–70 persen pendapatan retribusi wisata untuk kebutuhan perawatan fisik destinasi serta operasional pemasaran.

Melalui program tersebut, FEB Undana tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan yang mentransfer pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan wisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, transparan secara keuangan, serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan PKM di Pantai Oesinas tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi akademik untuk menjawab persoalan riil di tengah masyarakat.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Pokdarwis, BUMDes, dan generasi muda, potensi ekowisata bahari Pantai Oesinas diharapkan tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga berkembang menjadi sumber ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Lifuleo.

(Alberto)

Komentar Klik di Sini