KLATEN — METROPAGINEWS.COM || Tepat HUT ke-81 RI, Aris Widiharto SE anggota DPRD Klaten 3 periode resmi mundur dari PDI-P. Alasan jujur, pesan menyentuh, dan proses yang masih berjalan.Jumat (28/8)
Momen bersejarah sekaligus mengejutkan terjadi tepat di hari kemerdekaan! Anggota DPRD Kabupaten Klaten dari Fraksi PDI Perjuangan, Aris Widiharto, SE, resmi mengundurkan diri dari keanggotaan partai dengan surat yang dilayangkan tepat pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keputusan ini baru dirapatkan dan diketahui publik pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Aris Widiharto bukan nama sembarangan. Ia telah mengabdi dan duduk di kursi DPRD Klaten selama 3 periode penuh, berasal dari Kecamatan Manisrenggo, dan dikenal sebagai kader yang selama ini konsisten di barisan partai.
Alasan Mundur: Kesibukan Usaha, Ingin Jujur dan Produktif
Dalam surat pengunduran dirinya yang berisi bahasa penuh kerendahan hati, Aris menyampaikan alasan yang lugas dan jujur: kesibukan sebagai pengusaha membuatnya merasa tidak lagi bisa menjalankan tugas dan fungsi di partai secara optimal.
“Seiring waktu karena berbagai kesibukan, saya merasa bahwa saya tidak produktif lagi dalam rangka turut menjaga marwah perjuangan partai.”
Ia memilih hari kemerdekaan bukan tanpa makna. Surat dibuka dengan ucapan:
“Selamat memperingati hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, semoga nasionalisme Indonesia tetap menjadi obor kita berbangsa dan bernegara.”ucapnya.
Berpisah Tanpa Memutus Silaturahmi
Aris mengembalikan Kartu Tanda Anggota partai dan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh kader:
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama kita bersama banyak hal dari diri saya yang tidak berkenan di hati kawan-kawan seperjuangan. Dengan harapan kita tetap berkawan sebagai sesama anak bangsa.”
Namun satu hal yang ditekankan tegas: meski bukan lagi anggota, semangat perjuangan tidak pernah padam.
“Secara otomatis saya bukan lagi anggota PDI Perjuangan, tetapi tentu nafas dan api perjuangan Bung Karno akan tetap saya hayati dan saya perjuangkan di dalam kehidupan saya.”
Proses Masih Berjalan, DPC PDI-P Klaten Belum Beri Keterangan
Surat keputusan telah diterima, namun proses pemberhentian secara resmi masih menempuh jalur bertahap: dari DPC Kabupaten Klaten, ke DPW Jawa Tengah, hingga DPP Pusat. Aris berharap proses ini segera ditindaklanjuti dan tetap mengikuti seluruh prosedur yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klaten belum memberikan pernyataan resmi menyikapi mundurnya kader yang telah duduk 3 periode ini. Publik pun mulai bertanya-tanya: apakah ini sekadar alasan kesibukan semata, atau ada dinamika lain yang sedang terjadi di tubuh partai?
Keputusan berat yang diambil tepat di hari kemerdekaan ini menjadi pelajaran berharga: bahwa berjuang tidak melulu soal duduk di kursi, tetapi juga soal kejujuran pada diri sendiri.
Meski jalur keanggotaan telah berpisah, semangat berbakti tetap menyatu. Semoga langkah yang saya ambil ini membawa kebaikan, dan semoga dinamika demokrasi di Klaten tetap terjaga dengan kedewasaan dan saling menghargai,” pungkasnya.
( Desi )


Komentar Klik di Sini