BerandaBerita TerkiniSemarak HUT ke-81 RI: Warga Dukuh Pangean Majegan Bersama KKN UNNES Gelar...

Semarak HUT ke-81 RI: Warga Dukuh Pangean Majegan Bersama KKN UNNES Gelar Karnaval Budaya dan Pentas Seni

KLATEN — METROPAGINEWS.COM || HUT ke-81 RI di Dukuh Pangean Majegan karnaval budaya, pentas seni, gotong royong warga, 174 doorprize & 30 hadiah langsung. KKN UNNES turut berpartisipasi dan puji kekompakan warga.Minggu (23/8)

 

Semangat kemerdekaan terpancar nyata dari warga Dukuh Pangean, Desa Majegan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Pada Minggu pagi (23/8/2026), ratusan warga tua, muda, maupun anak-anak berpadu dalam kekompakan merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Karnaval Budaya dan Pentas Seni. Suasana penuh kehangatan dan kegembiraan menyelimuti seluruh kegiatan, di mana warga tampil mengenakan kostum unik dan beragam sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan selama 81 tahun.

20260823 175341 0000

Kegiatan ini juga diramaikan oleh kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam Giat 16 di Desa Majegan, diwakili oleh Nafisa. Bersama kawan-kawannya, Nafisa dan tim KKN UNNES tak sekadar hadir mereka turut menyatu dengan warga, ikut serta mempersiapkan, melatih menari untuk pentas seni, hingga memeriahkan perlombaan Agustusan di berbagai dukuh se-Wilayah Desa Majegan.

Nafisa KKN UNNES: Dukuh Pangean Paling Meriah, Pengalaman Tak Didapat di Kampus

Nafisa menyampaikan kekaguman mendalam atas antusiasme warga Dukuh Pangean yang luar biasa tinggi dalam menyambut peringatan kemerdekaan.

“Kegiatan perayaan HUT ke-81 RI di Dukuh Pangean ini merupakan yang paling meriah di antara dukuh-dukuh lain di Desa Majegan. Kesan kami sangat baik dan ini adalah pengalaman yang tidak bisa kami dapatkan di kampus masing-masing,” ujar Nafisa dengan tulus.

Ia juga menjelaskan peran yang dijalankan bersama tim KKN UNNES: membawa program dari kampus hingga menyentuh pelaku UMKM desa, serta turut mendampingi warga dalam melatih tarian untuk pentas seni.

Melihat semangat anak-anak muda dan warga yang rela mengeluarkan usaha besar demi terselenggaranya acara, Nafisa berharap kebersamaan ini tetap lestari.

“Semoga di Dukuh Pangean khususnya dan Desa Majegan pada umumnya, acara meriah seperti ini selalu konsisten setiap tahunnya. Dukuh Pangean keren banget, Desa Majegan juga mantap!” tegasnya.

20260823 175157 0000

Murjoko, Ketua RT: Dari Kita, Untuk Kita Supaya Semua Merasakan Kegembiraan

Ketua RT Dukuh Pangean, Murjoko, menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi menyukseskan acara hari ini.

“Kegiatan di Dukuh Pangean ini diadakan dari kita, untuk kita supaya warga semua merasakan kegembiraan. Merdeka!” ucap Murjoko dengan raut wajah penuh semangat dan kebahagiaan.

Rustono “Erross”, Ketua Panitia: Murni Gotong Royong Warga, 174 Doorprize & 30 Hadiah Langsung

Ketua Panitia Penyelenggara Karnaval Budaya dan Pentas Seni, Rustono yang akrab disapa Erross, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Dukuh Pangean. Ia menegaskan bahwa acara ini murni buah gotong royong dan kebersamaan warga meskipun di tengah kondisi perekonomian yang belum mudah, warga tetap kompak dan saling mendukung.

“Acara ini murni dari gotong royong warga. Ada iuran dan penggalangan dana, warga berpartisipasi ada yang memberi uang, ada yang menyumbang hadiah atau doorprize. Tahun ini kami siapkan sekitar 174 doorprize, dan ada juga 30 hadiah langsung yang dijamin dibagikan kepada warga Dukuh Pangean tanpa diundi,” ungkap Erross bangga.

Lebih dari sekadar perayaan, Erross telah menyusun langkah ke depan agar semangat ini tidak berhenti di sini. Warga sendiri telah mengusulkan agar tradisi ini terus berlanjut dan rencananya, akan diadakan rapat warga bulan depan untuk menyepakati sistem iuran bulanan dari setiap Kepala Keluarga, sebagai wadah kebersamaan dan persiapan acara tahunan.

“Semua warga mendukung. Warga tidak merasa keberatan, justru senang karena ini acara bersama. Saya pastikan setiap tahun acara serupa akan kembali digelar. Terima kasih warga Dukuh Pangean warga Dukuh Pangean Istimewa!” pungkas Erross.

Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan bendera dan upacara ia hidup dalam gotong royong, dalam senyum yang saling bertukar, dan dalam kebersamaan yang tak diukur dari materi. Di Dukuh Pangean, Desa Majegan, kemerdekaan dirasakan nyata: dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Dengan kekompakan yang tak luntur meski keadaan sulit, mereka membuktikan bahwa hal terindah lahir ketika hati bersatu. Semoga semangat ini terus menyala setiap tahun, di setiap perayaan, dan dalam kehidupan sehari-hari. Merdeka.

 

 

( Pusoko)

Komentar Klik di Sini