BerandaPendidikanMGMP TSM Jateng Bekali Guru dengan Teknologi Otomotif dan Al

MGMP TSM Jateng Bekali Guru dengan Teknologi Otomotif dan Al

SEMARANG – METROPAGINEWS.COM || Perkembangan teknologi otomotif yang semakin cepat menjadi tantangan tersendiri bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya bidang Teknik Sepeda Motor (TSM). Guru dituntut terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar materi pembelajaran tetap selaras dengan kebutuhan dunia industri.

 

Menjawab tantangan tersebut, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Sepeda Motor (TSM) Jawa Tengah menggelar pelatihan bertajuk “Sinergi MGMP TOSM Menuju Pembelajaran Otomotif Berbasis Teknologi Mutakhir dan Artificial Intelligence” di Auditorium Universitas IVET Semarang, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi, bertukar pengalaman serta mengenal perkembangan teknologi otomotif terbaru melalui paparan akademisi dan praktisi industri.

Desain tanpa judul 20260829 220044 0000

Sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan industri turut dihadirkan. Rangga Dino, M.Pd., Dosen Pendidikan Vokasional Teknik Mesin dan Otomotif Universitas IVET, memberikan materi mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Sementara Suyoko membawakan materi terkait teknologi Yamaha terkini. CV Ilham Sejahtera Semarang memberikan materi mengenai tool kendaraan, sedangkan Fachrul Reza dan Awaludin Ahmad dari Honda menyampaikan materi perawatan kendaraan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kepala Cabang Dinas Wilayah II, Andang Fitriyadi, S.E., M.Si., menilai kegiatan peningkatan kompetensi seperti itu perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pelatihan seperti ini harus terus digaungkan. Meskipun tidak selalu dilakukan secara luring, semangat meningkatkan kompetensi dan berbagi praktik baik kepada teman sejawat maupun siswa harus terus berjalan,” ujar Andang.

Hal senada disampaikan Sekretaris MKKS SMK Jawa Tengah, Drs. Luluk Wibowo, S.T., M.T. Menurutnya, pelatihan MGMP menjadi kesempatan bagi guru untuk belajar bersama sekaligus memperkuat kompetensi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

“Jurusan TSM merupakan salah satu jurusan yang paling diminati dan kompetensinya dapat langsung dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat, misalnya melalui bengkel,” katanya.

Luluk juga mendorong satuan pendidikan untuk melakukan tracer study secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui sejauh mana kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas IVET Semarang, Dr. H. Luluk Elyana, S.Pd.I., M.Si., menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan SMK.

“Basic-nya kita harus bisa bersinergi dengan SMK. Kami menyediakan Lab Jenius sebagai ruang untuk studi tiru dan kunjungan SMK. Praktik penggunaan AI juga terbuka selama 24 jam,” ungkapnya.

Ketua MGMP TSM Jawa Tengah, Widarto, S.T., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya MGMP dalam membantu guru mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah.

“Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Widarto.

Menurutnya, kolaborasi antara MGMP, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi salah satu kunci dalam memperkuat pendidikan vokasi. Sinergi tersebut sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi perubahan teknologi otomotif.

20260829 220215 0000

Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi. Jumlah peserta bahkan melampaui kapasitas awal yang ditetapkan sebanyak 50 orang.

Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga memperoleh baterai lithium dari Universitas IVET yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan praktik dan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan berbagai kegiatan pendukung, mulai dari ice breaking hingga pembagian doorprize. Kegiatan tersebut dipandu Ratna Palupi, S.Pd., dari SMKN 1 Kaligondang.

Melalui kegiatan ini, MGMP TSM Jawa Tengah berupaya memperkuat kompetensi guru sekaligus mendorong pendidikan vokasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi otomotif, digitalisasi, dan Artificial Intelligence.

(Sambudi)

Komentar Klik di Sini