BerandaLintas PeristiwaTidak Ada Kerja Sama!" Viral Klaim Parkir Umbul Kemanten Bekerja Sama Dengan...

Tidak Ada Kerja Sama!” Viral Klaim Parkir Umbul Kemanten Bekerja Sama Dengan DC, Pengelola Buka Fakta Sebenarnya

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Unggahan viral sebut parkir Umbul Kemanten kerja sama dengan leasing/DC. Pengelola klarifikasi: area parkir pihak ketiga, kroscek Polsek Tulung & Polanharjo tidak ada BAP. Ada kejanggalan domisili pelapor. Tukang parkir: dikira teman sendiri.Selasa (22/9)

 

Media sosial sempat digegerkan unggahan akun berinisial BC pada Selasa lalu. Dalam unggahannya, BC menyebut pihak parkiran di objek wisata Umbul Kemanten bekerja sama dengan pihak leasing atau penagih utang (debt collector/DC).

Dalam tulisannya, diklaim kendaraan baik mobil maupun motor yang menunggak angsuran dilarang berwisata di Umbul Kemanten dan sekitarnya. Modusnya disebutkan: tukang parkir bersama DC bekerja sama mengecek nomor rangka dan nomor mesin tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan,dan Cctv di matikan berdalih sedang membangun.

Unggah tersebut di up oleh Korban yang ber inisial Bc

Pemberitaan tersebut menyebar cepat dan menimbulkan keresahan di kalangan wisatawan. Benarkah demikian? Awak media MetropagiNews.com menelusuri kebenaran informasi tersebut dengan mengonfirmasi pihak-pihak terkait secara langsung.

Objek wisata Umbul Kemanten berlokasi di Jalan Janti-Boto, Kademangan, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Kades & BUMDes: Kejadian Ada, Tapi Kerja Sama Tidak Benar

Kepala Desa Sidowayah bersamaan dengan Ketua BUMDes mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Namun penegasan mereka tegas: soal kerja sama dengan leasing atau DC itu tidak benar.

“Kejadian memang ada, kami tahu. Tapi jika dikatakan bekerja sama dengan leasing atau DC, itu tidak benar. Kami juga mengetahui hal ini sudah diunggah di media sosial,” ucap keduanya.

Pihak pengelola desa pun mengarahkan awak media menemui langsung Kepala Unit Umbul Kemanten, Adi, untuk menelusuri kronologi secara utuh.

“Kami tahu sebatas yang diceritakan. Untuk kronologi lebih jelas, silakan temui Kepala Unitnya,” papar Kepala Desa dan Ketua BUMDes.

Kronologi: Area Parkir Pihak Ketiga, CCTV Mati CCTV Area Utara Tetap Menyala

Kepala Unit Umbul Kemanten, Adi, menceritakan secara rinci peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Menurut Adi, peristiwa itu memang berlangsung di area parkir, namun bukan di area parkir yang dikelola langsung pengelolaan Umbul Kemanten, melainkan area parkir di sisi selatan yang dikelola pihak ketiga,dan sudah masuk wilayah Wunut.

Terkait klaim penolakan akses rekaman CCTV, Adi menjelaskan: CCTV di area parkir pihak ketiga tempat kejadian memang sedang tidak berfungsi (mati). Sebaliknya, CCTV milik Umbul Kemanten yang berada di area parkir sebelah utara tetap berfungsi dan menyala.

Saat itu, korban BC hendak pulang bersama keluarga setelah berwisata. Di lokasi tersebut, seseorang menghampiri kendaraannya. Pembicaraan berlangsung tenang tanpa keributan, dan kendaraan akhirnya dibawa pergi oleh orang yang menghampiri tadi.

“Memang kendaraan itu dibawa orang yang menghampiri. Tapi tidak ada keributan,” jelas Adi.

Baru setelah itu BC menyampaikan protes, menuduh pihak parkir tidak membantu melihat anak dan istri nya menangis dan menolak memberikan rekaman CCTV. Adi menjelaskan saat kejadian dirinya sedang tidak bertugas, dan baru mendapat laporan dari anggota.

Klaim Sudah Lapor, Kroscek Polsek: Tidak Ada BAP

Pada malam harinya, BC kembali hadir ke lokasi bersama aparat. Ia menyebut peristiwa tersebut sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polsek Tulung, dan menagih pertanggungjawaban mengapa pihak parkir dianggap diam saja.

Mendengar hal itu, Adi melakukan pengecekan langsung ke pihak kepolisian. Hasilnya mengejutkan:

“Karena dikatakan sudah ada BAP di Polsek Tulung, saya langsung kroscek ke sana maupun ke Polsek Polanharjo. Ternyata tidak ada laporan maupun BAP terkait masalah Umbul Kemanten,” tegas Adi.

Ada pula kejanggalan lain yang ditemukan. BC menyebut berdomisili di Surakarta, bicara lewat WhatsApp.Namun laporan dikatakan dibuat di Polsek Tulung bukan di wilayah tempat kejadian maupun domisili pelapor.

Keterangan pihak yang diduga sebagai penagih pun tidak konsisten: di satu sisi menyebut kendaraan milik teman, di sisi lain menyebut kendaraan itu adalah mobil sewaan.

Tukang Parkir: Dikira Teman Sendiri

Lalu mengapa petugas parkir tidak turun tangan? Salah satu tukang parkir yang berjaga saat itu memberikan keterangannya:

“Saya kira itu temannya. Bicaranya biasa saja, tenang, sampai mobilnya dibawa. Kalau ada keributan, pasti kami ikut bantu.”

Petugas juga memastikan korban beserta keluarganya tidak ditinggalkan. Setelah kejadian, mereka diantar pulang menggunakan mobil pikap.

Dan itu di benarkan oleh Bc bahwa ada salah satu petugas parkir yang mengantarkannya.

Undang Bertemu, Unggahan Sudah Dihapus

Adi telah mengundang seluruh pihak yang terlibat untuk duduk bersama dan memperjelas persoalan termasuk permasalahan cctv.Langkah ini diambil karena unggahan di media sosial dikhawatirkan berdampak buruk tidak hanya pada Umbul Kemanten, tetapi juga objek wisata lain di Klaten.

“Sampai saat ini pihak tersebut belum hadir.

Dalam pesan WhatsApp nya Bc mengatakan jika saya datang keuntungan nya apa,dan apakah bisa menyelesaikan masalah, toh mobil sudah raib, bagaimana dengan ketraumaan keluarga saya,?

Sementara unggahannya sudah dihapus. Saya hanya berpesan: sebelum menyebarkan informasi, pertimbangkan dulu dampaknya. Jangan sampai merugikan orang lain,” pesan Adi.

Hingga berita ini diturunkan, awak media belum dapat menemui BC untuk mendapatkan tanggapan maupun hak jawab. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait. ( Desi )

 

DISCLAIMER

Berita ini disusun berdasarkan hasil penelusuran dan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Sidowayah, Ketua BUMDes, Kepala Unit Umbul Kemanten, serta tukang parkir yang berjaga saat kejadian. Pihak yang berinisial BC belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan maupun tanggapan. Seluruh fakta dan keterangan dalam pemberitaan ini mengacu pada informasi yang diperoleh hingga saat penulisan. Jika terdapat pihak yang merasa berkeberatan atau memiliki keterangan lain, silakan menyampaikan tanggapan atau hak jawab secara tertulis kepada redaksi MetropagiNews.com guna kelengkapan dan keberimbangan informasi.

Komentar Klik di Sini