BerandaBerita TerkiniAnggota Dewan Yudi Kusnandar Ciptakan Insenerator Ramah Lingkungan: Buktikan Sampah Bisa Diselesaikan...

Anggota Dewan Yudi Kusnandar Ciptakan Insenerator Ramah Lingkungan: Buktikan Sampah Bisa Diselesaikan Bukan Hanya Lempar Tanggung Jawab

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Di tengah sorotan masalah TPA Troketon dan saling tuduh urusan sampah, Yudi Kusnandar Anggota Dewan Polanharjo hadirkan solusi nyata Insenerator skala RT/RW, dibakar pakai oli bekas, hasilnya uap air murni, tidak dijual, malah dibelajarkan gratis untuk semua.Sabtu (25/7/2026)

 

Masalah sampah yang semakin menumpuk, termasuk kondisi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Troketon yang kerap menjadi sorotan, seringkali berujung pada tuduhan saling melempar tanggung jawab. Namun di tengah suasana itu, muncul secercah harapan dari Kecamatan Polanharjo melalui Yudi Kusnandar, anggota Dewan yang berhasil menciptakan mesin pembakaran sampah bernama Insenerator. Mesin yang telah melewati uji coba panjang itu kini beroperasi hampir satu tahun dan terbukti memenuhi standar kelayakan lingkungan.

Desain tanpa judul 20260725 115620 0000

Sejak tahun 2021, Yudi mulai serius menekuni isu pertanian dan penanganan sampah. Baginya, sampah telah menjadi momok yang mencekam, sementara pembakaran sembarangan dilarang namun solusi seringkali hanya ditunggu dari pemerintah. “Diam saja sambil menunggu orang lain memperbaiki keadaan hanya akan membuat masalah ini semakin besar dan menimpa anak cucu kita kelak,” katanya.

MESIN INSGENERATOR: MEMBAKAR SAMPAH DENGAN OLI BEKAS, HASIL UAP AIR MURNI

Setelah melalui proses uji coba yang penuh tantangan, Yudi berhasil menciptakan dua jenis mesin Insenerator: tipe besar dan tipe kecil. Keduanya bekerja dengan memanfaatkan bahan bakar oli bekas, dengan kapasitas mampu mengolah hingga setengah ton sampah atau setara isi empat kendaraan viar dalam satu kali proses.

Keunggulannya sangat membanggakan: tipe besar hanya mengeluarkan uap air murni tanpa asap pekat yang mengganggu, sedangkan tipe kecil menghasilkan asap sangat minim. Abu sisa pembakaran pun jumlahnya sangat sedikit dan aman untuk dijadikan pupuk alami bagi tanaman.

“Permasalahan sampah ini memang besar, tapi jika kita mulai memperbaikinya dari bawah, dari lingkungan terdekat, masalah apa pun pasti bisa terurai. Solusinya sangat sederhana: ditangani dengan cara yang tepat dan diselesaikan tuntas, agar tidak menimbulkan dampak buruk di masa depan,” tegas Yudi saat berbincang dengan awak media di kediamannya.

Desain tanpa judul 20260725 121406 0000

TIDAK KOMERSILKAN, BUKA PELAJARAN GRATIS UNTUK SEMUA

Yang paling patut dicontoh adalah langkah Yudi yang sama sekali tidak mengkomersilkan ciptaannya. Beliau tidak menetapkan harga jual atau menjual hak paten, melainkan membuka kesempatan lebar bagi siapa saja baik warga biasa, pengurus lingkungan, hingga pelajar—untuk datang belajar merancang, membuat, dan mengoperasikan mesin tersebut secara cuma-cuma.

“Inovasi ini lahir dari kepedulian tulus terhadap alam dan sesama manusia. Jangan sampai kita terus berpikiran bahwa penanganan sampah adalah urusan pemerintah saja. Pengelolaan yang baik harus tumbuh dari kesadaran diri sendiri, dimulai dari rumah masing-masing dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle),” ujarnya mengajak semangat kebersamaan.

20260725 120314 0000

HARAPAN: SETIAP PASAR DI KLATEN DILENGKAPI INSGENERATOR

Yudi menyoroti bahwa sumber sampah terbesar berasal dari pasar-pasar yang beroperasi setiap hari. Ia berharap ke depannya setiap pasar di Kabupaten Klaten dapat melengkapi diri dengan Insenerator seperti yang dikembangkannya, bahkan menjadikannya sebagai Standar Operasional Prosedur (SOP) wajib.

“Apalagi saat ini telah banyak bangunan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R yang berdiri kokoh namun belum terkelola dengan baik, bahkan sebagian masih dalam kondisi mangkrak. Bukan hanya alat mahal yang dibutuhkan, tetapi kesiapan hati dan semangat sumber daya manusia untuk bergerak bersama. Sampah tidak selamanya menjadi masalah jika dikelola tepat, ia bisa berubah menjadi sumber daya bernilai, bahan energi alternatif, dan berkontribusi pada perekonomian lokal,” tambahnya.

KESADARAN MASYARAKAT JADI PONDASI UTAMA

Menurut Yudi, pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari tingkat rumah tangga dengan menerapkan prinsip 3R serta pemilihan jenis sampah yang tepat sebelum dibuang. Ia menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi pondasi utama dalam setiap upaya penanganan sampah.

“Kita bisa memiliki teknologi canggih dan fasilitas memadai, tapi tanpa kesadaran masyarakat untuk mengubah perilaku dan mendukung program tersebut, segala upaya akan sia-sia. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, memilah dengan benar, dan aktif berpartisipasi di lingkungan masing-masing adalah kunci utama yang seringkali terlupakan,” jelasnya.

Pengalaman Yudi menjadi bukti nyata bahwa solusi permasalahan tidak selalu harus menunggu kebijakan dari atas. Setiap individu memiliki kemampuan untuk memulai perubahan dari lingkungan terdekatnya, dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, serta penggunaan teknologi yang tepat akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian daerah. Sampah tidak selamanya menjadi beban dengan cara yang benar, ia bisa berubah menjadi berkah bagi kehidupan kita dan generasi mendatang.

Langkah nyata Yudi Kusnandar ini menjadi pijakan inspiratif sekaligus usulan konkret yang layak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Klaten. Semoga semangat kepedulian ini menular ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga kita berhenti saling menyalahkan dan mulai bergandengan tangan mewujudkan Klaten yang bersih, asri, dan sejahtera.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini