KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Dinsos Klaten tingkatkan kompetensi pengadaan.Bimtek bersama ahli, wujudkan tata kelola keuangan yang transparan & akuntabel.Rabu (14/1/2026)
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kabupaten Klaten menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengadaan Barang atau Jasa,bertempat di New Merapi Resto (Wisma Bethel Room), Jl. Merapi, Gayamprit, Klaten. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Dinsos Klaten dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur terkait pengadaan barang dan jasa, demi terwujudnya tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan ini diikuti oleh staf dan pejabat struktural di lingkungan Dinsos P3APPKB Kabupaten Klaten. Untuk memastikan transfer ilmu yang efektif, Bimtek ini menghadirkan narasumber kompeten, Hadrianus Dedik Sutikno, SE, selaku Kepala Sub Bagian Pengelolaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik, Sigit Pamungkas, A.Md, selaku Staf Bagian Pengelolaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh aparatur Dinsos P3APPKB memiliki pemahaman yang mendalam tentang aturan dan prosedur pengadaan barang dan jasa yang berlaku, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan lebih profesional dan bertanggung jawab,” ujar Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti SE dalam sambutannya.

Tujuan Utama: Kelancaran Program, Sesuai Regulasi, dan Bebas Kepentingan!
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2026 agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan pemahaman yang baik tentang proses pengadaan, diharapkan pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Kami menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu sektor krusial yang menentukan kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan. Oleh karena itu, proses pengadaan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas kepentingan,” tegas Puspo Enggar Hastuti.
Diskusi Interaktif dan Studi Kasus: Tingkatkan Kepercayaan Diri Aparatur
Diskusi interaktif dan studi kasus yang disampaikan diharapkan mampu memperkaya pemahaman teknis sekaligus meningkatkan kepercayaan diri aparatur dalam melaksanakan tugas pengadaan di tahun anggaran 2026. Dengan peningkatan kompetensi ini, diharapkan tercipta proses pengadaan yang lebih berkualitas dan berkontribusi positif bagi pelayanan publik.
“Kami optimistis bahwa dengan terselenggaranya kegiatan ini, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa ke depan dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, demi mendukung pelayanan publik yang berkualitas dan berintegritas,” pungkas Puspo Enggar Hastuti
( Desi )


Komentar Klik di Sini