BerandaPemerintahOptimalkan Pembinaan Kemandirian Lapas Klaten Gelar Panen Raya Kangkung, Pakcoy, Dan Bebek...

Optimalkan Pembinaan Kemandirian Lapas Klaten Gelar Panen Raya Kangkung, Pakcoy, Dan Bebek Peking

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Lapas Klaten gelar panen raya kangkung, pakcoy, dan bebek Peking sebagai bagian program pembinaan kemandirian WBP; program memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat.Sabtu (6/6/2026)

 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan bekal keterampilan nyata bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini dibuktikan melalui kegiatan panen raya komoditas pertanian dan peternakan yang digelar di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Klaten.

Desain tanpa judul 20260606 190004 0000

Kegiatan panen yang berlangsung produktif ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja), Ibu Tri Atmadjanti, dengan didampingi oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) serta Kepala Subseksi Registrasi dan Bimkemas (Kasubsi Registrasi).

Jalannya panen juga diikuti dan dibantu penuh oleh jajaran staf administrasi serta petugas pemasyarakatan terkait. Dalam panen raya kali ini, Lapas Klaten berhasil memanen puluhan kilogram sayuran segar jenis kangkung dan pakcoy yang ditanam secara konvensional di lahan terbuka, serta puluhan ekor bebek Peking siap konsumsi. Seluruh komoditas ini merupakan hasil keringat dan perawatan intensif para warga binaan yang selama ini mengikuti program pelatihan kemandirian di bidang pertanian pangan dan peternakan.

“Panen ini adalah bukti konkret bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Klaten berjalan dengan sangat baik dan tepat sasaran. Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mendampingi mereka dari proses awal pengolahan tanah, penanaman, pembibitan, hingga masa panen seperti sekarang,” ujar Ibu Tri Atmadjanti di sela-sela kegiatan.

Desain tanpa judul 20260606 185750 0000

Di tempat yang sama, Kasubsi Giatja menambahkan bahwa pengelolaan lahan secara konvensional ini sengaja dipilih agar para warga binaan terbiasa dengan teknik pertanian praktis yang mudah diterapkan di lingkungan rumah mereka nanti. Terlebih, komoditas pakcoy, kangkung, dan bebek Peking memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan perputaran pasar yang cepat di masyarakat.

Sementara itu, kehadiran Kasubsi Registrasi beserta staf dalam kegiatan ini juga memastikan bahwa seluruh proses pembinaan tatap muka dan asimilasi kerja ini telah memenuhi prosedur administratif dan aspek keamanan yang berlaku di dalam Lapas.

Hasil panen ini nantinya sebagian akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal Lapas, dan sebagian lagi akan dipasarkan kepada masyarakat luas serta mitra kerja. Melalui keberhasilan program ini, Lapas Kelas IIB Klaten membuktikan fungsinya bukan lagi sekadar tempat penahanan, melainkan wadah produktif yang siap mencetak manusia mandiri yang siap kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.

Program pembinaan kemandirian di Lapas Klaten menjadi bukti bahwa tempat pemasyarakatan bisa menjadi wadah untuk membentuk manusia yang produktif dan mandiri. Semoga keberhasilan panen ini menjadi motivasi bagi seluruh WBP untuk terus mengembangkan keterampilan dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini