BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM || Perjuangan Camat Wongsorejo, Mohammad Mahfud, dalam melobi Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskop) telah membuahkan hasil nyata.
Mengenai kuota LPG 3 kg dalam operasi pasar yang digelar Rabu (18/3) berhasil meningkat secara signifikan, bahkan hampir dua kali lipat dari jatah awal.
Operasi pasar yang dipusatkan di dua titik, yakni di RTH Bajulmati dan Kantor Kecamatan Wongsorejo, langsung diserbu ratusan warga sejak pagi hari. Mereka rela mengantri dengan membawa satu tabung kosong dan fotokopi KTP demi mendapatkan LPG bersubsidi seharga Rp 18 ribu.

Namun, antrean panjang tak terhindarkan. Warga yang sudah datang sejak pukul 07.00 WIB harus bersabar lebih lama karena distribusi gas baru tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi tersebut memicu kegelisahan, bahkan sebagian warga memilih pulang sebelum kebagian.
Diungkapkan Anita (28), warga Desa Alasbuluh, mengaku sudah sepekan kesulitan mendapatkan gas LPG. Ia bahkan harus meminjam dari keluarganya untuk kebutuhan memasak.
“Saya sudah cari ke mana-mana tidak dapat. Mau mahal pun tidak apa-apa, yang penting ada,” Ungkapnya.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Hal serupa disampaikan Busiati, warga Desa Wongsorejo, yang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar.
“Sudah habis seminggu, terpaksa masak pakai kayu karena gas tidak ada,”Ujarnya.
Di balik situasi tersebut, upaya Camat Wongsorejo patut diapresiasi. Dari kuota awal hanya 560 tabung, ia berinisiatif mengajukan tambahan hingga 1.000 tabung. Meski yang disetujui awalnya 910 tabung, realisasi di lapangan mencapai 960 tabung.
Distribusi kemudian dibagi, 760 tabung di RTH Bajulmati dan 200 tabung di kantor Kecamatan. Melihat tingginya antusiasme warga, Mahfud kembali melakukan koordinasi hingga akhirnya mendapat tambahan 150 tabung.

“Total yang kami distribusikan mencapai 1.110 tabung. Ini hasil komunikasi dan upaya kami agar kebutuhan warga bisa terpenuhi,”Jelasnya.
Meski jumlah tersebut meningkat signifikan, seluruh stok tetap habis dalam waktu singkat. Puluhan warga pun harus pulang dengan tabung kosong.
Langkah cepat dan kegigihan Camat Wongsorejo dalam memperjuangkan tambahan kuota ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, di sisi lain kondisi tersebut juga menjadi gambaran bahwa kebutuhan LPG 3 kg di wilayah Wongsorejo masih sangat tinggi dan perlu perhatian lebih lanjut dari pemerintah terkait.
(Tyo/Venus)


Komentar Klik di Sini