JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Hubungan Indonesia dan Rusia memiliki ruang yang semakin luas untuk dikembangkan, tidak hanya dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga melalui kerja sama akademik, riset, pendidikan, serta ilmu sosial dan humaniora, Rabu (2/8/2026).
Peluang tersebut menjadi perhatian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dalam wawancara bersama Sputnik, Muhammad Najib Azca, Kepala Organisasi Riset Ilmu Sosial dan Humaniora BRIN, mengungkapkan gagasan pembentukan Pusat Kajian Rusia di BRIN.
Gagasan tersebut dinilai penting di tengah dinamika hubungan internasional yang terus berkembang. Penguatan kajian mengenai Rusia di Indonesia dapat menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai negara tersebut, baik dari aspek sejarah, budaya, politik, masyarakat maupun perkembangan geopolitiknya.
Menurut Najib, kerja sama akademik Indonesia–Rusia memang masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, kondisi tersebut tidak menutup peluang untuk memperluas kolaborasi di masa mendatang.
Justru, keberadaan lembaga atau pusat kajian yang secara khusus memberikan perhatian terhadap Rusia dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan kedua negara berbasis pengetahuan.
Bukan sekadar pertukaran akademisi
Kerja sama akademik tidak semestinya berhenti pada kunjungan, seminar, pertukaran mahasiswa, atau kegiatan seremonial lainnya.
Lebih jauh, kolaborasi Indonesia dan Rusia dapat diarahkan pada penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran peneliti, pengembangan sumber daya manusia, hingga kajian strategis yang memiliki manfaat bagi kepentingan kedua negara.
Dalam konteks tersebut, Pusat Kajian Rusia di BRIN berpotensi menjadi ruang bertemunya akademisi, peneliti, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap Rusia.
Keberadaan pusat kajian juga dapat membantu Indonesia membangun basis pengetahuan yang lebih kuat mengenai Rusia. Hal ini penting agar kebijakan dan hubungan bilateral tidak hanya dibangun berdasarkan persepsi, tetapi juga ditopang oleh kajian akademik yang mendalam dan objektif.
Peluang memperkuat hubungan bilateral
Indonesia selama ini memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional dan aktif membangun komunikasi dengan berbagai negara.
Karena itu, penguatan hubungan dengan Rusia melalui jalur akademik dapat menjadi salah satu bagian dari diplomasi pengetahuan. Jalur akademik memiliki karakter yang relatif lebih terbuka karena mempertemukan masyarakat ilmiah melalui penelitian, diskusi, dan pertukaran gagasan.
Pusat Kajian Rusia di BRIN nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat mempelajari Rusia, tetapi juga menjadi jembatan intelektual yang mempertemukan perspektif Indonesia dan Rusia.
Jika gagasan tersebut dapat direalisasikan secara serius dan didukung program riset yang berkelanjutan, kerja sama akademik Indonesia–Rusia berpotensi memasuki tahap yang lebih substantif.
Pada akhirnya, hubungan antarnegara tidak hanya ditentukan oleh diplomasi politik dan kepentingan ekonomi. Pertukaran pengetahuan, penelitian, pendidikan, serta pemahaman antarmasyarakat juga memiliki peran penting dalam membangun hubungan bilateral yang lebih berkelanjutan.
Pembentukan Pusat Kajian Rusia di BRIN menjadi salah satu langkah yang patut diperhatikan dalam melihat arah baru hubungan akademik Indonesia–Rusia ke depan. (Red)
Sumber : Sputniklndonesia.


Komentar Klik di Sini