BerandaOpiniOPINI: Memaknai Kesaktian Pancasila Dalam Perspektif Jurnalistik

OPINI: Memaknai Kesaktian Pancasila Dalam Perspektif Jurnalistik

Oleh: Desi Apriani, Kaperwil Soloraya METROPAGINEWS.COM

 

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Opini Kaperwil Soloraya Desi Apriani maknai Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober lewat kacamata jurnalistik. Lugas, Tajam, Berimbang: menjaga integritas pena setara menjaga Pancasila. METROPAGINEWS.COM teguh pada UU Pers & Kode Etik.Kamis (1/10)

 

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober bukan sekadar seremoni upacara. Bagi kami insan pers, ini adalah momentum untuk menguji kembali integritas pena kita.

Jika Pancasila disebut sakti karena mampu bertahan dari rongrongan ideologi, maka jurnalistik yang berlandaskan Pancasila juga harus sakti dari intervensi, intimidasi, dan transaksi.

Sebagai Kepala Perwakilan Wilayah Solo Raya METROPAGINEWS.COM, saya menegaskan bahwa praktik jurnalistik kami berdiri di atas Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Desain tanpa judul 20261001 124352 0000

Apa korelasinya dengan Pancasila?

Pertama, Lugas.Ini adalah perwujudan dari prinsip _cover both side_ dan asas keberimbangan. Sesuai Pasal 1 KEJ, wartawan harus bersikap independen dan menghasilkan berita yang akurat. Inilah sila ke-4, mengutamakan musyawarah dan kebenaran faktual. Seperti dalam pemberitaan Lapas Klaten kemarin, kami tidak menelan mentah isu kamar mewah, tapi kami verifikasi langsung ke Humas dan saksi mitra di lapangan.

Kedua, Tajam.Tajam bukan berarti menyudutkan. Tajam adalah fungsi kontrol sosial pers sesuai Pasal 6 UU Pers. Kami tajam mengkritisi ketimpangan dan ketidakadilan. Pancasila sila ke-5 tentang Keadilan Sosial menuntut kami untuk tidak diam ketika melihat adanya diskriminasi perlakuan.

Ketiga, Berimbang.Ini adalah jantung dari sila ke-3, Persatuan Indonesia. Di tengah banjirnya informasi hoaks dan ujaran kebencian yang memecah belah, media harus menjadi penyejuk. Berimbang berarti tidak menjadi kompor perpecahan. Kami menyajikan fakta, bukan provokasi.

Hari ini, tantangan kesaktian Pancasila bukan lagi senapan, tapi serangan algoritma media sosial yang menggerus nalar. Di sinilah peran pers yang sesungguhnya diuji.

Apakah kita masih setia pada Pancasila dengan menyajikan berita bohong demi klik? Apakah kita masih sakti jika pena kita bisa dibeli?

Momentum 1 Oktober 2026 ini, METROPAGINEWS.COM Solo Raya berkomitmen: Kami akan terus mengawal nilai-nilai Pancasila melalui karya jurnalistik yang Lugas, Tajam, dan Berimbang. Karena bagi kami, menjaga Pancasila adalah menjaga marwah pers itu sendiri.

Pancasila Sakti, Pers Berintegritas, Indonesia Kuat!

 

Komentar Klik di Sini