KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Institut Agama Kristen Negeri Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi melalui pematangan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam Rapat PKM yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, dan diikuti oleh 36 kelompok PKM secara daring melalui Zoom.
Rapat ini menjadi forum strategis untuk memastikan seluruh rencana pelaksanaan PKM tahun 2026 disusun secara matang, terarah, dan memiliki dampak nyata.
Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kelembagaan, peningkatan keberdampakan keilmuan, serta mendorong transformasi institusi secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, PKM tidak lagi dipandang sebagai kegiatan rutin tahunan, melainkan sebagai instrumen penting dalam memperkuat peran kampus di tengah masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Ferdinant Alexander, M.Pd.K., menegaskan bahwa setiap kelompok harus merancang program secara sistematis dengan indikator keberhasilan yang jelas dan terukur.
Ia menyampaikan bahwa PKM harus dirancang agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, kualitas pengabdian mencerminkan kualitas akademik lembaga itu sendiri.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Maryon D. Pattinaja, Ph.D., dalam arahannya menekankan bahwa PKM Tahun 2026 harus selaras dengan capaian Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Pengabdian kepada masyarakat, katanya, menjadi bagian strategis dalam meningkatkan mutu akademik dan reputasi lembaga secara nasional.
Integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian harus berjalan harmonis agar kontribusi kampus semakin dirasakan luas.
Sementara itu, Rektor Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menegaskan bahwa PKM tahun ini harus mampu menjawab isu-isu relevan di tengah masyarakat, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun penguatan nilai-nilai keagamaan.
Ia berharap outcome dari setiap program tidak berhenti pada laporan administratif semata, tetapi memberikan dampak berkelanjutan terhadap kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Rektor juga menekankan bahwa PKM menjadi salah satu fondasi penting dalam langkah transformasi IAKN Kupang menuju universitas.
Model pengabdian yang dirancang harus memiliki ruang aktualisasi berkelanjutan serta membangun kemitraan jangka panjang dengan masyarakat.
Dengan demikian, Rektor berujar, institusi tidak hanya hadir sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dan solutif.
Melalui keterlibatan 36 kelompok PKM dan komitmen kuat pimpinan, IAKN Kupang optimistis pelaksanaan PKM Tahun 2026 akan menjadi model pengabdian yang lebih terstruktur, berdampak luas, serta mendukung transformasi kelembagaan menuju universitas yang unggul dan berdaya saing.
(Alberto)


Komentar Klik di Sini