KARAWANG – METROPAGINEWS.COM || Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Kelompok 69 menggelar sosialisasi hasil program kerja pengolahan limbah sekam padi menjadi arang briket di Aula Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari penyampaian hasil program yang telah selesai dilaksanakan selama masa pengabdian di desa. (Rabu, 22/07/2026)

Program tersebut berangkat dari hasil observasi mahasiswa terhadap kondisi geografis Desa Gempolkarya yang didominasi oleh lahan persawahan. Setiap musim panen, limbah sekam padi dihasilkan dalam jumlah besar dan sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, mahasiswa mengembangkan inovasi pengolahan sekam menjadi arang briket yang memiliki nilai jual sekaligus ramah lingkungan.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Pada kegiatan sosialisasi, mahasiswa menjelaskan manfaat arang briket sebagai bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk memasak maupun membuka peluang usaha baru. Selain mengurangi limbah pertanian, produk ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Desa Gempolkarya.
Mahasiswa juga memaparkan secara rinci tahapan pembuatan arang briket, mulai dari proses pengarangan sekam, penghancuran menjadi serbuk halus, pencampuran dengan perekat, hingga proses pencetakan dan pengeringan. Selain penyampaian materi, peserta juga diperlihatkan dokumentasi proses pembuatan dari awal hingga produk siap digunakan sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai proses produksinya.

Melalui sosialisasi ini, KKN UNSIKA Kelompok 69 berharap inovasi pengolahan limbah sekam padi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai alternatif usaha berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengelolaan limbah pertanian yang lebih bernilai dan berkelanjutan.
(KKN Unsika Desa Gempolkarya)


Komentar Klik di Sini