BerandaInternasionalBawa Inspirasi Dari Tiongkok, Kepala Desa Ngawonggo Siap Wujudkan Desa Maju, Mandiri,...

Bawa Inspirasi Dari Tiongkok, Kepala Desa Ngawonggo Siap Wujudkan Desa Maju, Mandiri, Dan Berdaya Saing  

KLATEN — METROPAGINEWS.COM.COM || Kepala Desa Ngawonggo Noor Hafid Kalamullah bawa inspirasi dari Tiongkok setelah ikut pelatihan kader desa. Siap wujudkan desa maju, mandiri, dan berdaya saing lewat pengelolaan potensi lokal yang profesional dan berkelanjutan.Sabtu (8/8/2026)

 

Kepala Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Noor Hafid Kalamullah, S.H., membawa pulang inspirasi berharga setelah mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok, yang berlangsung pada 14 Juli–4 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 Kepala Desa terpilih dari seluruh Indonesia.

20260808 104003 0000

Program ini merupakan undangan resmi Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional dan Kementerian Pertanian serta Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok, serta dikoordinasikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta. Seluruh kegiatan dibiayai sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sebagai wujud kerja sama pengembangan kapasitas aparatur desa.

Noor Hafid menyampaikan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya berisi materi di ruang kelas, melainkan juga pengalaman langsung menyaksikan desa-desa maju, kawasan pertanian modern, koperasi, industri berbasis desa, hingga pusat inovasi di wilayah Beijing, Yunnan, dan Hunan.

20260808 104132 0000

“Dari Tiongkok saya belajar, kemajuan desa dibangun melalui kepemimpinan yang kuat, perencanaan yang konsisten, inovasi, serta keterlibatan aktif masyarakat. Desa yang maju bukan berarti meninggalkan identitasnya, melainkan mampu mengembangkan potensi lokal dengan sentuhan teknologi dan tata kelola yang baik,” ujarnya.

Pengalaman tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Desa Ngawonggo — desa seluas hampir 158 hektare dengan penduduk lebih dari 6.000 jiwa yang dikenal dengan julukan “Desa yang Tidak Pernah Tidur”.

20260808 104003 0000 1

Julukan itu lahir lantaran aktivitas ekonomi masyarakat berjalan sepanjang hari. Pagi hari warga mengolah lahan pertanian, siang hingga malam sentra industri pengecoran logam terus berproduksi, sementara malam hari kehidupan religius dan kegiatan kemasyarakatan tetap hidup di masjid, mushola, serta berbagai aktivitas sosial warga.

Bagi Noor Hafid, kekayaan potensi tersebut menjadi modal besar untuk membawa Ngawonggo naik kelas — tidak hanya kuat di sektor pertanian dan industri, tetapi juga unggul dalam pelayanan publik, penguatan UMKM, digitalisasi pemerintahan, pengembangan BUMDes, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pelajaran terbesar dari Negeri Tirai Bambu bukanlah menjadikan Ngawonggo persis seperti desa-desa di Tiongkok, melainkan bagaimana kami mampu mengelola potensi yang sudah kami miliki secara lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap berbagai gagasan yang diperoleh dapat segera diwujudkan menjadi program nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Noor Hafid menyampaikan penghargaan mendalam kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Bapak Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa Bapak Ahmad Riza Patria, seluruh jajaran Kemendes PDT, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, serta seluruh pihak penyelenggara yang telah membuka kesempatan berharga ini bagi para kepala desa Indonesia.

“Ilmu dan pengalaman yang kami peroleh menjadi bekal mewujudkan Desa Ngawonggo yang semakin maju, mandiri, inovatif, dan sejahtera. Karena membangun desa sesungguhnya adalah menyiapkan masa depan,” tutupnya.

Semoga ilmu dan pengalaman yang dibawa pulang menjadi benih kemajuan yang tumbuh subur di Desa Ngawonggo. Langkah nyata dan kerja sama seluruh warga akan mewujudkan desa yang makin sejahtera, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini