BerandaPeristiwaBanjir dan  Longsor Terjang Sibolga–Tapteng, 9 Orang Meninggal  Pencarian Terus Berlanjut

Banjir dan  Longsor Terjang Sibolga–Tapteng, 9 Orang Meninggal  Pencarian Terus Berlanjut

“Evakuasi Masih Berlangsung, Ribuan Warga Terdampak – Akses Terputus, Cuaca Ekstrem Hambat Tim SAR”

 

SIBOLGA–TAPANULI TENGAH –  METROPAGINEWS.COM || Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terus dilakukan Basarnas bersama unsur gabungan menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Hingga Rabu (26/11/2025) pukul 13.00 WIB, tercatat 9 orang meninggal dunia, 4 orang masih dalam pencarian, serta 3 orang luka-luka. Petugas juga masih melakukan penyisiran karena potensi penambahan korban masih tinggi.

 

Wilayah Terdampak Luas

Banjir merendam sejumlah kecamatan, seperti Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, hingga Kolang. Sementara tanah longsor terjadi di tujuh titik, masing-masing di Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, dan Tapian Nauli.

Akses jalan dan jaringan komunikasi di sejumlah lokasi masih terputus, membuat Kota Sibolga serta Tapanuli Tengah dalam kondisi terisolir. Listrik pun padam sejak dini hari, menambah kesulitan proses evakuasi.

Operasi SAR Dibagi Tiga Tim

Komunikasi dengan posko lapangan saat ini dilakukan melalui personel KN SAR Nakula yang mendirikan posko sementara di kapal. Petugas dipecah menjadi tiga tim:

Tim 1 melakukan evakuasi di Simpang Pesantren, belakang Masjid Budi Luhur, Kecamatan Pandan menggunakan 1 unit perahu karet.

Tim 2 menyisir Perumahan Pandan Asri, Kecamatan Pandan, juga dengan 1 unit perahu karet.

Tim 3 disebar ke Posko Tapteng di GOR Pandan (2 personel) dan Posko BPBD Sibolga di SMPN 5 Parombunan (5 personel).

Pada pukul 09.00 WIB, banjir di Kecamatan Sarudik dan Sibuluan Nauli mulai surut. Namun satu jam kemudian, Basarnas menerima laporan bahwa Jalan Lintas Tarutung–Sibolga masih terputus di Kecamatan Adian Koting, sehingga bantuan personel belum dapat menembus lokasi.

Tapanuli Tengah: 1.902 KK Terdampak, 4 Korban Longsor Satu Keluarga

Sedikitnya 1.902 KK di enam kecamatan terdampak banjir di Tapteng. Kecamatan Kolang menjadi lokasi terparah dengan 1.261 KK terdampak.

Data korban longsor menunjukkan empat korban meninggal dari satu keluarga, yaitu:

1. Dewi Hutabarat (33)

2. Tio Arta Rouli Lumbantobing (7)

3. Vania Aurora Lumbantobing (4)

4. Ilona Lumbantobing (3)

 

Selain itu, banjir masih tinggi selutut orang dewasa di Sibuluan Nauli dan wilayah Simpang Tukka hingga Sibuluan Baru. Jembatan Fransiskus dilaporkan putus akibat longsor, sementara aktivitas alat berat mulai dilakukan di kawasan Matauli.

Di GOR Pandan, sekitar 200 warga mengungsi dan jumlahnya terus bertambah.

Kabar baik datang ketika Muhammad Azhar Hasibuan, Ketua Pengadilan Agama Sibolga, yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak, berhasil tiba di posko bersama keluarga dalam kondisi selamat.

 

Kota Sibolga: Belasan Orang Masih Hilang

Di wilayah Kota Sibolga, laporan kehilangan warga masih terus bertambah. Hingga siang hari, data sementara:

Jl. Perjuangan (Parombunan) : 2 orang

Jl. Beo : 1 orang

Lapo Uci : 1 orang

Jl. Murai : 10 orang

Jl. Kenanga (Aek Habil) : lebih dari 7 orang

Sementara data korban meninggal akibat tertimbun tanah tercatat di beberapa lokasi, masing-masing 2 orang di Jl. Perjuangan, Jl. Sutoyo, Jl. Masjid Budi Sehati, dan Lapo Uci.

Kekuatan SAR & Kendala Lapangan

Basarnas mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Sibolga (10 personel), ABK KN Nakula (14), Tim Kansar Nias (21 personel—belum dapat berangkat karena gelombang tinggi), serta Tim Kansar Medan (10 personel—akses darat terputus dan banjir sepinggang).

Alat yang digunakan meliputi kendaraan rescue, drone thermal, HT, peralatan mountaineering, hingga kantong jenazah.

Lokasi evakuasi utama berada di GOR Pandan (Tapteng) dan SMPN 5 Parambunan (Sibolga).

Cuaca Buruk & Jaringan Terputus Jadi Hambatan Kritis

Operasi SAR masih menghadapi kendala besar:

Listrik padam dan jaringan komunikasi lumpuh

Akses darat putus di banyak titik

Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menghambat pergerakan bantuan

Risiko banjir susulan dan longsor baru masih sangat tinggi

Basarnas menegaskan bahwa pencarian korban akan terus dilakukan sampai seluruh laporan kehilangan terverifikasi dan seluruh titik terdampak dapat disisir.

(Danie)

Komentar Klik di Sini