DENPASAR – METROPAGINEWS.COM || Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh SMK Prshanti Nilayam Kuta melalui partisipasinya dalam kegiatan Aksi Puncak Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Korve) dan teleconference Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Badung di Pantai Samuh, Tanjung Benoa, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang menginstruksikan pelaksanaan aksi nyata pengelolaan lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Korve) Serentak sekaligus meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Resik, Sehat, dan Indah). Kegiatan ini juga terhubung secara nasional melalui teleconference bersama Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk sinergi gerakan lingkungan dari pusat hingga daerah.
Acara yang dipusatkan di kawasan Pantai Samuh, Tanjung Benoa, tersebut dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, jajaran Pemerintah Kabupaten Badung hingga tingkat desa, berbagai pemangku kepentingan, komunitas lingkungan, serta perwakilan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Badung.
SMK Prshanti Nilayam Kuta menjadi salah satu sekolah yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kepala SMK Prshanti Nilayam Kuta, Ni Wayan Suarni, S.Pd., hadir langsung bersama 15 orang murid dan seorang guru pendamping untuk berkontribusi dalam aksi bersih-bersih.
Kehadiran para murid dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan oleh sekolah, khususnya terkait kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menurut Ni Wayan Suarni, menjaga lingkungan harus berangkat dari kesadaran dan niat setiap individu. Oleh karena itu, pihak sekolah secara rutin mengajak seluruh warga sekolah untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung kebersihan dan pelestarian lingkungan.
“Bagi kami, lingkungan bisa terjaga dari niat kita sendiri. Untuk itu kami selalu mengajak warga sekolah untuk ambil bagian dalam kebersihan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh dilakukan hanya pada momen-momen tertentu, melainkan harus menjadi budaya yang dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.
“Kebersihan lingkungan hendaknya dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan. Komitmen itu harus ditunjukkan secara nyata, bukan dijadikan pencitraan diri saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ni Wayan Suarni menaruh harapan besar kepada generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi lingkungan. Menurutnya, para murid memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian pantai dan ekosistem laut melalui berbagai aksi nyata.
“Sebagai agen perubahan, murid memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan pantai melalui aksi nyata seperti kegiatan bersih-bersih pantai yang dilaksanakan saat ini demi menjaga kelestarian ekosistem laut,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta melakukan pengumpulan sampah di sepanjang kawasan pantai, memilah jenis sampah yang ditemukan, serta mengikuti rangkaian teleconference yang menampilkan berbagai gerakan pelestarian lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia.
Partisipasi SMK Prshanti Nilayam Kuta dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Melalui keterlibatan langsung para murid dalam aksi bersih lingkungan, sekolah berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap alam.
Semangat yang ditunjukkan oleh SMK Prshanti Nilayam Kuta sejalan dengan tujuan Gerakan Indonesia ASRI yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, bersih, sehat, dan indah. Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, diharapkan budaya menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Keterlibatan aktif para murid dan guru dalam aksi ini juga menjadi pesan bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi yang akan datang.
(Alberto)


Komentar Klik di Sini