BerandaBerita POLRIKapolsek Koja Libatkan Ojol dan Ormas Jaga Kamtibmas

Kapolsek Koja Libatkan Ojol dan Ormas Jaga Kamtibmas

JAKARTA – METROPAGINEWS.COM ||  Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas), pengemudi ojek online (ojol), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pengawasan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.

 

Ajakan tersebut disampaikan Kompol Andry Suharto dalam Apel Kamtibmas yang digelar di Mako Polsek Koja, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Camat Koja, Danramil, jajaran Polsek Koja, serta perwakilan ormas, komunitas ojol dan sejumlah elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Kompol Andry Suharto menegaskan bahwa situasi keamanan di Jakarta saat ini masih dalam kondisi aman dan kondusif. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat adanya potensi pergerakan sejumlah kelompok massa menuju Ibu Kota.

“Situasi Jakarta saat ini masih aman, tetapi kita harus tetap waspada. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Koja untuk bersama-sama menjaga wilayah ini tetap kondusif,” ujar Kompol Andry Suharto.

Ia meminta seluruh jaringan masyarakat meningkatkan kewaspadaan mulai 25 hingga 31 Agustus 2026. Penguatan komunikasi antarelemen masyarakat juga dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal potensi gangguan keamanan.

Kompol Andry meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan aktivitas atau indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Mari pasang mata dan tinggikan telinga. Kalau ada hal-hal yang kurang baik, segera kabari kami agar bisa ditangani lebih cepat,” katanya.

Menurut Kompol Andry, pengalaman kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025 menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Ia berharap kejadian seperti penyerangan pos polisi maupun perusakan fasilitas umum tidak kembali terjadi.

Dalam upaya menjaga situasi tetap kondusif, Polsek Koja melibatkan ormas, komunitas ojol, FKDM, serta berbagai elemen masyarakat melalui kolaborasi Sabuk Kamtibmas.

Saat ini, terdapat sekitar 200 hingga 300 anggota unsur Sabuk Kamtibmas yang berasal dari ormas, komunitas ojol, FKDM dan elemen masyarakat lainnya. Sedikitnya tujuh hingga delapan organisasi kemasyarakatan telah bergabung dalam kolaborasi tersebut.

“Ormas dan elemen masyarakat ini kami jadikan potensi masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Koja,” pungkasnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem kewaspadaan dini sekaligus membangun komunikasi yang cepat antara masyarakat dan aparat apabila ditemukan potensi gangguan kamtibmas. (tjip)

Komentar Klik di Sini