BerandaEkonomiDukungan Rp80 Miliar Dari Kementerian, Lurik Prasojo Koperasi Kusuma Aji Tera Siap...

Dukungan Rp80 Miliar Dari Kementerian, Lurik Prasojo Koperasi Kusuma Aji Tera Siap Bawa Tenun Lurik Sejajar Dan Mendunia

KLATEN — METROPAGINEWS.COM || Wamenkop & Wamenekraf kunjungi Lurik Prasojo Pedan Klaten Koperasi Kusuma Aji Tera terima pembiayaan Rp80 Miliar dari LPDB. Dorong pasar mancanegara, tema sustainable, peran anak muda, dan harapan lurik sejajar dengan batik hingga mendunia.Jumat (21/8)

 

Kegembiraan dan harapan baru menyelimuti Lurik Prasojo yang beralamat di Jalan Pedan–Trucuk, Dusun Pensil Bendo, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Pada Kamis (20/8/2026), unit usaha di bawah naungan Koperasi Kusuma Aji Tera ini kedatangan pejabat tinggi negara: Wakil Menteri Koperasi RI dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI. Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah pusat berupa pembiayaan senilai Rp80 miliar dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) guna memperkuat, memperluas, dan membawa tenun lurik Klaten ke kancah nasional hingga internasional.

Desain tanpa judul 20260821 191224 0000

Kunjungan kerja ini dihadiri langsung oleh Hj. Farida Farichah, M.Si. Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Irene Umar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, serta sejumlah pejabat daerah dan pusat. Turut hadir mewakili Bupati Klaten Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Joko Istanto, SH., M.Si., Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo, Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Joko Purwanto, Direktur Utama LPDB, serta Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Kraf Kemenparekraf.

Wamenkop Hj. Farida Farichah: Lurik Harus Mendunia, Sejajar dengan Batik

Wakil Menteri Koperasi RI, Hj. Farida Farichah, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas kiprah Koperasi Kusuma Aji Tera yang bergerak di bidang tekstil dan fesyen memproduksi kain tenun lurik hingga menjadi busana jadi, dengan bahan baku sepenuhnya dari dalam negeri serta melibatkan pengrajin tenun di sekitar sebagai anggota koperasi.

“Koperasi Kusuma Aji Tera adalah salah satu koperasi yang bergerak di sektor riil, tekstil, dan fesyen memproduksi dari kain tenun hingga busananya. Bahan yang digunakan dari lokal, melibatkan para pengrajin tenun di sekitar sebagai anggota koperasi. Dengan pembiayaan dari LPDB sebesar Rp80 miliar, koperasi ini dapat naik kelas, menambah modal kerja, serta melakukan ekspansi dan skala usaha,” ujar Wamenkop Farida.

Desain tanpa judul 20260821 191523 0000

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa lurik bukan sekadar kain biasa, melainkan bagian dari warisan wastra bangsa yang harus dibanggakan sejajar dengan batik.

“Selain batik, kami ingin tenun lurik juga menjadi wastra dan identitas yang bermakna serta penuh kreativitas. Industri tekstil diharapkan kembali berjaya di Indonesia, terutama digerakkan oleh koperasi-koperasi di tanah air termasuk Koperasi Kusuma Aji Tera di Klaten. Kehadiran kami menjadi bukti nyata bahwa kementerian mendorong koperasi menjadi badan usaha yang bergerak di sektor riil.”

Kementerian juga berkomitmen tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi pendampingan berkelanjutan melalui LPDB mencakup tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, inovatif, hingga penerapan digitalisasi manajemen agar koperasi dikelola secara modern dan profesional.

“Koperasi lain yang fokus di dunia wastra dan kain nusantara, tetaplah semangat. Selain batik, lurik juga harus bisa mendunia dan sejajar dengan batik sebagai identitas Indonesia. Indonesia kaya akan kain wastra yang tak kalah hebat, menarik, dan kreatif,” tegasnya.

20260821 194543 0000

 

Wamenekraf Irene Umar: Dorong Pasar Mancanegara, Lurik Berkelanjutan & Generasi Muda Sebagai Motor

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, menegaskan komitmen untuk mendongkrak pangsa pasar dunia. Kolaborasi dan dukungan diberikan agar kain tenun lurik tidak hanya menjadi fesyen nasional, tetapi juga diminati di pasar mancanegara.

“Kami mendukung agar kain tenun lurik tidak hanya menjadi kebanggaan dalam negeri, tetapi juga diminati dan dicintai di pasar mancanegara. Dengan mengusung tema keberlanjutan (sustainable), karya fesyen yang memanfaatkan kain perca pun didesain secara menarik dan model-model seperti ini justru sangat diminati di luar negeri,” ungkap Irene.

Ia juga menyoroti peran strategis generasi muda yang jumlahnya mencapai sekitar 60% dari total penduduk Indonesia sebagai kekuatan besar sekaligus motor penggerak kebanggaan menggunakan karya anak bangsa sendiri.

“Anak muda, yang merupakan sekitar 60% penduduk Indonesia, diharapkan menjadi motor penggerak sekaligus berbangga hati memakai dan mengangkat hasil karya anak bangsa sendiri. Mengembangkan kain lurik tidak hanya meningkatkan nilai ekonominya, tetapi sungguh-sungguh menggerakkan sistem ekonomi di lapisan masyarakat paling bawah dan yang paling penting, sekaligus menjaga warisan leluhur agar tidak punah ditelan zaman,” tambahnya.

Lebih dari itu, pengembangan lurik diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk turut bangkit melestarikan dan mengembangkan wastra masing-masing.

“Melalui pengembangan kain lurik ini, semoga daerah-daerah lain pun terinspirasi dan terus bersemangat mengembangkan wastra daerahnya. Bukan semata-mata soal keuntungan, tetapi tentang menjaga identitas bangsa,” ujarnya.

20260821 190501 0000 1

Maharani, Pemilik Lurik Prasojo & Ketua Koperasi Kusuma Aji Tera: Bukti Kolaborasi Membawa Hasil

Maharani, selaku pemilik Lurik Prasojo sekaligus Ketua Koperasi Kusuma Aji Tera, menyambut hangat kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pembiayaan Rp80 miliar dari LPDB Kementerian Koperasi ini merupakan dukungan yang sudah masuk ketiga kalinya bermula sejak tahun 2014 dan meningkat seiring kinerja serta pertumbuhan koperasi di sektor riil.

“Koperasi selama ini dikenal dengan simpan pinjam, namun di bawah Kusuma Aji Tera kami menyasar sektor riil yang bisa membesarkan UMKM dengan wadah lebih besar. Pembiayaan dari tahun ke tahun bertambah karena dilihat dari kinerja dan kenaikan sektor riilnya. Kini kami juga didukung Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, dan Ekraf wadah kami semakin besar,” ungkap Maharani.

Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat menjadi titik tolak agar lurik memperoleh kedudukan yang setara dengan batik, termasuk himbauan penggunaan seragam lurik di instansi pemerintah, sekolah, rumah sakit, dan lainnya satu hari dalam seminggu sebagaimana seragam batik.

“Batik sudah mendunia. Bagaimana dengan lurik? Kami ingin lurik pun mendunia dan dipakai se-Nusantara. Kami berharap pemerintah pusat memberi himbauan agar pemakaian lurik dilakukan satu hari dalam satu minggu kerja maupun sekolah. Sudah banyak calon pelanggan yang mencari edukasi tenun mereka ingin tahu apa saja tenun di Indonesia. Jika himbauan ini datang dari pusat, bukan hanya daerah, maka UMKM se-Indonesia akan tumbuh,” harapnya.

Maharani juga bercerita bahwa perjalanan ini tidak instan bermula dari kunjungan Menteri Perindustrian tahun 2012 yang menantang mereka mencari jati diri lurik. Berkat ketekunan, Lurik Prasojo meraih penghargaan Upakarti dan mulai membangun kemitraan luas dari fesyen, kerajinan, hingga tenun dengan prinsip kolaborasi, bukan mengerjakan semuanya sendiri.

“Banyak UMKM membuat produk bagus tapi tidak tahu pasarnya. Kami hadir untuk mengarahkan mereka ke pasar yang permintaannya tinggi. Tenun lurik berinovasi tanpa kehilangan jati diri beradaptasi dengan zaman namun tetap menjaga warisan budaya. Dan berkat Peraturan Gubernur Jawa Tengah, lurik kini semakin naik kelas,” jelas Maharani.

Kunjungan Wakil Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif ke Lurik Prasojo bukan sekadar peresmian atau pemberian dana melainkan pengakuan negara bahwa tenun lurik adalah aset bangsa yang layak diperjuangkan, dikembangkan, dan dibanggakan setara dengan batik. Dukungan Rp80 miliar dari LPDB adalah modal nyata untuk naik kelas, memperluas pasar hingga ke mancanegara, dan menyejahterakan ratusan pengrajin di balik setiap helai kain lurik.

Kini tugas bersama: menjaga kualitas, memperkuat tata kelola, berinovasi tanpa kehilangan akar budaya, dan membuka pasar seluas-luasnya termasuk pasar global yang menanti karya wastra kita. Semoga lurik tak hanya menjadi kain yang indah dipandang, tetapi juga menjadi kain yang mengangkat derajat rakyat, melestarikan warisan leluhur, dan suatu hari nanti dikenal dunia dibuat di Klaten, dibanggakan di Indonesia, dicintai di seluruh dunia.

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini