BerandaLintas PeristiwaWarga Dukuhturi Tuntut Kades Mundur, Mobil Siaga Desa Jadi Sorotan Pascatragedi Gedung...

Warga Dukuhturi Tuntut Kades Mundur, Mobil Siaga Desa Jadi Sorotan Pascatragedi Gedung Hogwan

BREBES — METROPAGINEWS.COM || Puluhan warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar aksi dan audiensi di Balai Desa Dukuhturi, Selasa (1/9/2026).

 

Aksi tersebut digelar setelah tragedi runtuhnya bangunan tua bekas pabrik Hogwan pada Minggu (30/8/2026) yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

20260901 223856 0000

Sekitar 30 warga dan elemen masyarakat setempat berkumpul di depan Balai Desa Dukuhturi sejak pukul 09.00 WIB. Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Desa Dukuhturi.

Dua tuntutan utama yang disampaikan warga yakni meminta Kepala Desa Dukuhturi, Achmad Effendi, mundur dari jabatannya serta meminta Mobil Siaga Desa dikembalikan penggunaannya untuk kepentingan pelayanan masyarakat.

Sekitar pukul 10.00 WIB, massa kemudian diterima dalam forum audiensi. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Desa Dukuhturi Achmad Effendi, Plt Camat Bumiayu Hendra Pradistya Busono, serta perwakilan Polsek dan Koramil setempat.

Mobil Siaga Desa Jadi Sorotan

Dalam audiensi, keberadaan Mobil Siaga Desa menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian warga.

Warga mempertanyakan keberadaan kendaraan yang diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat tersebut saat proses evakuasi korban runtuhnya Gedung Hogwan. Mereka mempertanyakan mengapa kendaraan tersebut tidak berada di lokasi ketika masyarakat membutuhkan dukungan dalam proses evakuasi.

Namun, persoalan tersebut masih merupakan bagian dari pernyataan dan tuntutan warga dalam aksi. Mengenai keberadaan, penggunaan, serta kondisi Mobil Siaga Desa pada saat kejadian, diperlukan klarifikasi dan pemeriksaan berdasarkan fakta serta keterangan dari pihak-pihak terkait.

Orator aksi, Heru Budi Rumanto, mengatakan tuntutan warga muncul karena adanya sejumlah persoalan yang menurut mereka perlu dievaluasi dan dipertanggungjawabkan oleh pemerintah desa.

“Atas berbagai peristiwa itu kami menuntut turunkan Kades Dukuhturi sekarang juga,” kata Heru Budi Rumanto dalam aksi tersebut.

Selain persoalan Mobil Siaga Desa, warga juga menyoroti transparansi pengelolaan aset desa serta respons Pemerintah Desa Dukuhturi setelah tragedi runtuhnya Gedung Hogwan.

Warga meminta seluruh persoalan tersebut diperiksa secara objektif dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, tuntutan warga tersebut masih berada dalam proses audiensi. Penjelasan dan tanggapan resmi dari Kepala Desa Dukuhturi maupun pihak terkait mengenai sejumlah persoalan yang disampaikan warga menjadi penting untuk memberikan gambaran yang utuh dan berimbang kepada publik.

(Mistam)

Komentar Klik di Sini