KLATEN – METROPAGINEWS.COM || PK Bapas Klaten edukasi masyarakat melalui program “Peksos Goes to Community” untuk tekan angka anak berhadapan hukum dan ciptakan lingkungan aman, peduli, serta mendukung tumbuh kembang anak.Kamis ( 26/2/2026)
Menjawab tingginya angka kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Klaten melalui Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Pertama, Febi Dwi Setyaningsih, turut aktif dalam upaya pencegahan melalui kegiatan “Peksos Goes to Community” yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DISSOSP3APPKB) Kabupaten Klaten. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan cara mencegah anak menjadi korban maupun pelaku tindak pidana.

Dalam kesempatan tersebut, Febi memaparkan materi bertajuk “Trend Kasus ABH Remaja dan Pencegahan Perilaku Berisiko serta Penanganan Anak menurut SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak).” Ia menegaskan bahwa dinamika pergaulan remaja, pengaruh media sosial, hingga lemahnya pengawasan dan komunikasi keluarga menjadi faktor utama yang memperbesar risiko anak terjerumus ke wilayah berbahaya tersebut.
“Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat anak,” tegas Febi di hadapan peserta yang terdiri dari pelajar, guru, pekerja sosial, perangkat desa, dan masyarakat umum. Ia menyampaikan bahwa penguatan pola asuh, literasi hukum, serta menyediakan ruang ekspresi yang positif dan terbuka merupakan kunci penting dalam menekan angka ABH serta melindungi masa depan anak-anak.

Kegiatan “Peksos Goes to Community” tidak hanya berfokus pada pencegahan kenakalan remaja dan tindak pidana, tetapi juga memperkuat sistem kesejahteraan sosial anak secara menyeluruh. Melalui edukasi lintas sektor dan kolaborasi aktif antara sekolah, keluarga, aparat penegak hukum, dan pemerintah, diharapkan anak-anak di Kabupaten Klaten dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, perlindungan hukum yang memadai, serta didukung oleh sistem yang memanusiakan mereka.
Kepala DISSOSP3APPKB Kabupaten Klaten menegaskan bahwa keberhasilan usaha ini sangat tergantung pada sinergi semua pihak. “Kami percaya, kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah, keluarga, aparat penegak hukum, dan pemerintah mampu menekan angka ABH dan menciptakan iklim yang ramah serta mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Dengan upaya terus-menerus dan kolaborasi yang harmonis, diharapkan Kabupaten Klaten mampu menekan angka kasus ABH secara signifikan dan mewujudkan masyarakat yang peduli, bertanggung jawab, serta mampu mendorong anak-anak menjadi pribadi yang positif, cerdas, dan berdaya.
( Desi )


Komentar Klik di Sini