BANJARNEGARA – METROPAGINEWS.COM || Merayakan usia ke-18 tidak hanya dilakukan dengan seremoni. SMP Negeri 5 Pagentan (ESPAMA) memilih menjadikan Dies Natalis ke-18 sebagai momentum untuk berbagi, berkarya, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan yang digelar Senin (8/9/2026) tersebut diisi dengan bakti sosial kebersihan tempat ibadah, Karnaval Pendidikan, serta tasyakuran bersama keluarga besar sekolah dan sejumlah tokoh masyarakat.

Mengusung perjalanan ESPAMA selama periode 2008–2026, peringatan Dies Natalis tahun ini menjadi refleksi atas perjalanan sekolah sekaligus upaya memperkuat komitmen dalam mencetak generasi yang bertakwa, berprestasi, kreatif, terampil dalam teknologi dan seni, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Bersihkan Lima Titik Rumah Ibadah
Kegiatan diawali dengan bakti sosial kebersihan tempat ibadah. Guru, staf, dan siswa ESPAMA turun langsung membersihkan masjid dan musala yang berada di lima titik di wilayah sekitar sekolah.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Mereka diajak untuk memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas umum merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Semangat berbagi juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan sembako kepada masing-masing lokasi. Bantuan yang diberikan berupa 2 kilogram beras, 1 kilogram telur, serta mi instan.
Dengan kegiatan tersebut, Dies Natalis ESPAMA tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Kreativitas Siswa Tampil dalam Karnaval Pendidikan
Suasana peringatan kemudian semakin semarak melalui Karnaval Pendidikan. Para siswa menampilkan kreativitas, seni, dan kebudayaan dalam kegiatan yang menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan potensi mereka.
Karnaval tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar ruang kelas. Para siswa tidak hanya dituntut mampu mengikuti proses akademik, tetapi juga diberikan kesempatan mengembangkan kreativitas, keberanian, kerja sama, dan rasa percaya diri.
Rangkaian Dies Natalis kemudian ditutup dengan tasyakuran yang diikuti seluruh warga sekolah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Komite Sekolah, Kepala Desa, serta perwakilan sekolah penyokong atau sekolah dasar (SD) di sekitar wilayah Pagentan.
Kepala Sekolah: Bukan Sekadar Seremonial
Kepala SMP Negeri 5 Pagentan, Fajar MS, S.Pd., berharap usia ke-18 dapat menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar ESPAMA untuk terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Menurutnya, semangat Dies Natalis harus diwujudkan melalui karya nyata, kebersamaan, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Semoga momentum usia ke-18 ini dapat terus menginspirasi seluruh civitas akademika ESPAMA untuk tumbuh, berkarya, mempererat silaturahmi antar-lembaga, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas,” harap Fajar.
Peringatan Dies Natalis ke-18 SMPN 5 Pagentan pun menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak berhenti pada proses belajar mengajar di ruang kelas. Pendidikan juga hadir melalui kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, kreativitas, kebersamaan, dan penguatan karakter peserta didik. (Heri M)



Komentar Klik di Sini