BATU – METROPAGINEWS.COM || Menggabungkan kisah misteri, sejarah, dan pendekatan sains, Gudang Angker Lawang hadir dengan konsep berbeda dari wahana rumah hantu pada umumnya. Kreator horor Oge Artemus menghadirkan sosok noni Belanda bernama Beatrix sebagai tokoh utama dalam pengalaman penelusuran misteri di wahana seluas 400 meter persegi tersebut.
Berbeda dari atraksi horor yang hanya mengandalkan penampakan dan kejutan, Gudang Angker Lawang mengajak pengunjung menyusuri rangkaian cerita melalui benda-benda kuno, buku, serta properti yang menggambarkan kehidupan dan praktik penyiksaan pada masa lampau.

Oge mengatakan, konsep ini lahir dari keinginannya menghadirkan pengalaman horor yang lebih dari sekadar membuat pengunjung ketakutan.
“Rumah hantu di Indonesia ini gitu-gitu saja, seperti pasar malam ada pocong lari-lari mengejar orang. Nah, ini sebuah pengalaman di mana orang yang pengen berpetualang untuk penelusuran itu bisa merasakan,” ujar Oge, Sabtu (31/10/2026).
Tokoh Beatrix menjadi pusat cerita yang dikembangkan tim kreator. Perempuan asal Belanda tersebut dikisahkan pernah menelusuri sejumlah kota di Pulau Jawa, mulai Batavia, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Batu, hingga Lawang.
Oge mengungkapkan, proyek ini awalnya merupakan tantangan untuk menciptakan urban legend baru. Dalam proses pengembangan, tim kemudian mengangkat sosok Beatrix sebagai dasar cerita.
“Ide awalnya sebetulnya di-challenge untuk bikin sebuah urban legend baru. Tapi setelah di-reset-reset ternyata ada satu sosok yang menurut saya orang nggak pernah tahu, tapi ini ada kisahnya,” ungkapnya.
Selain cerita Beatrix, berbagai properti bernuansa masa lampau menjadi bagian penting dari wahana tersebut. Peralatan yang menggambarkan praktik penyiksaan abad pertengahan hingga koleksi buku digunakan untuk membangun suasana sekaligus memperkuat latar cerita.
Konsep tersebut mendapat perhatian Aripin, pemuda asal Bantur, yang hadir dalam konferensi pers peluncuran Gudang Angker Lawang di BNS Batu bersama awak media dan influencer Malang Raya.
Ia menilai perpaduan teori tentang hantu, sains, dan sejarah menjadi daya tarik tersendiri.
“Saya pernah punya pengalaman di dunia perhantuan. Gudang Angker ini menghadirkan teori hantu dengan sains, itu hal baru. Apalagi dikemas dalam gudang horor dengan kisah sejarah. Sangat menarik bagi saya,” ujarnya.
Gudang Angker Lawang diperkenalkan melalui grand opening pada 31 Oktober 2026 dan mulai dibuka untuk umum pada 1 November 2026.
Wahana ini beroperasi setiap hari pukul 15.00–23.00 WIB dengan batas usia pengunjung minimal 13 tahun. Harga tiket sebesar Rp25 ribu pada hari biasa dan Rp30 ribu saat akhir pekan. Khusus pembelian pada 31 Oktober 2026, tersedia tiket early bird seharga Rp13 ribu.
Tiket dapat dibeli secara daring maupun langsung melalui loket BNS.
Kehadiran Gudang Angker Lawang menambah pilihan wisata malam di Kota Batu. Bukan hanya menawarkan sensasi horor, wahana ini mencoba membawa pengunjung masuk ke dalam kisah misteri melalui perpaduan atmosfer masa lalu, sejarah, dan eksplorasi dunia gaib.



Komentar Klik di Sini